Minggu, 25 April 2021

Laporan Bacaan 3 (Magang 1) Manajemen Kelas

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh

Bagaimana kabarnya teman-teman pembaca sekalian? semoga tetap dalam keadaan sehat yaa.

Pada Postinyan sebelumnya saya telah membuat laporan bacaan dari beberala sumber yang saya dapat dari internet. Sebelumnya saya sudah membahas tentang Kultur Sekolah dan juga Manajemen Sekolah banyak yang telah dibahas dari kedua hal tersebut. Bagi teman-teman yang belum membaca kedua postingan tersebut saya sarankan teman teman untuk membaca kedua postingan tersebut. Insya Allah bisa menambah wawasan teman-teman sekalian.

Nah pada postingan kali ini Saya akan kembali membuat laporan bacaan dengan judul yang berbeda yaitu Manajemen Kelas. Seperti biasa saya tidak akan menjelaskan secara detail karena saya hanya menyampaikan/menuliskan apa yang dapat saya pahami terkait dengan materi tersebut dari beberapa sumber bacaan yang telah saya temukan di internet. Hal pertama yang perlu saya bahas Adalah Pengertian Manajemen Kelas itu sendiri.

 

Pengertian Manajemen

Sebenarnya istilah manajemen bagi kita sudah tidak asing lagi untuk kita dengar sekarang. Walaupun demikian tidak ada salahnya istilah manajemen ini kita ungkapkan kembali supaya dapat paham dan menerapkan manajemen itu sendiri terutama dalam bidang pendidikan, khususnya dengan masalah kelas dalam pembelajaran. Untuk memperjelas pengertian manajemen itu sendiri, berikut saya kutip beberapa pendapat para ahli:

Ordway Tead yang dikutip Sarwoto “management is the process and agency which direct and guides the operations of an organizatioin in the realizing of established aims”. (Manajemen adalah proses dan perangkat yang mengarahkan serta membimbing kegiatan-kegiatan suatu organisasi dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan).

Lawrence A. Appley yang dikutip Ibnu Syamsi “manajemen merupakan keahlian untuk menggerakan orang supaya dapat melakukan pekerjaan dalam rangka tercapainya tujuan”.

Soekarno berpendapat “manajemen adalah suatu proses/kegiatan/usaha pencapaian tujuan tertentu melalui kerjasama dengan orang-orang lain”.

Dari beberapa pengertian manajemen secara definisi di atas, dapat saya tarik kesimpulannya, bahwa manajemen adalah suatu usaha untuk menggerakkan orang-orang supaya dapat melakukan kegiatan secara bersama dalam rangka mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan. Secara etimologis istilah manajemen berasal dari perkataan Bahasa Inggris, yaitu “management” artinya, pimpinan atau pengurus. Istilah ini diterjemahkan ke dalam perkataan Bahasa Indonesia menjadi “manajemen” dengan arti pengelolaan, yaitu penyelenggaraan

.

Pengertian Kelas

Tidak beda halnya dengan istilah manajemen tadi, bahwa kita sudah mengenalinya, apalagi dengan istilah kelas dalam pembelajaran kita sudah akrab menyebutnya setiap hari dari kecil hingga sekarang. Tetapi, untuk memperoleh kesamaan dalam satu persepsi alangkah baiknya terlebih dahulu perlu kita ketahui pengertian kelas yang sebenarnya dalam pembelajaran.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1995) yang dikutip Sudarwan Danim “kelas didefinisikan sebagai ruang tempat belajar di sekolah”. Hornby dalam Oxford Advanced Leaner’s Dictionary (1986) mendefinisikan kelas sebagai group of students taught together, atau location when this group meets tobe taught. Jadi dalam hal ini, kelas merupakan sekelompok siswa yang diajar bersama, atau suatu lokasi ketika sekelompok siswa sedang menjalani proses pembelajaran pada tempat, waktu yang sama.

Pengertian kelas menurut Oemar Hamalik yang dikutip Suwardi “sekelompok orang yang melakukan kegiatan belajar bersama yang mendapat pengajaran dari guru”. Sedangkan menurut Suharsimi “kelas berarti sekelompok siswa dalam waktu yang sama menerima pelajaran dari guru yang sama”. Dari beberapa pengertian kelas dari beberapa ahli ini, saya menarik kesimpulan bahwa kelas diartikan pada sekelompok orang atau siswa yang sedang mengikuti proses pembelajaran di suatu tempat tertentu.

 

Pengertian Manajemen Kelas

Setelah saya membahas pengertian kedua istilah di atas antara manajemen dan kelas. Selanjutnya saya akan membahas apa yang dimaksud dengan pengertian manajemen kelas. Bila kita merujuk pada istilah pengertian manajemen dalam Bahasa Indonesia, yaitu pengelolaan yang artinya penyelenggaraan. Maka, manajemen kelas adalah suatu bentuk penyelenggaraan proses belajar siswa, atau suatu bentuk usaha guru dalam menciptakan kondisi belajar siswa yang kondusif dan memeliharanya bila terjadi suatu kendala ke arah tujuan pembelajaran yang lebih efektif.

Menurut Sudarwan Danim “manajemen kelas adalah seni atau praksis (praktek dan strategi) kerja, yaitu guru bekerja secara individu, dengan atau melalui orang lain (bekerja sejawat atau siswa sendiri) untuk mengoptimalkan sumber daya kelas bagi penciptaan proses pembelajaran yang efektif dan efisien”. Sedangkan menurut Moh. Uzer Usman “manajemen kelas adalah pengelolaan kelas, yaitu keterampilan guru untuk menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal dan mengembalikannya bila terjadi gangguan dalam proses belajar mengajar”. Secara sederhana saya menarik kesimpilan bahwa manajemen kelas adalah pengaturan kondisi-kondisi belajar siswa di kelas yang kondusif dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

 

Tujuan Manajemen Kelas 

Tujuan pengelolaan kelas atau manajemen kelas pada hakikatnya telah terkandung dalam tujuan pendidikan. Secara umum dapat saya simpulkan tujuan manajemen kelas adalah sebagai wadah dalam menyediakan fasilitas bagi bermacam-macam kegiatan belajar siswa atau peserta didik dalam lingkungan sosial, emosional, dan intelektual didalam kelas. Fasilitas yang disediakan itu memungkinkan siswa atau peserta didik untuk terus belajar dan bekerja, terciptanya suasana sosial yang memberikan kepuasan, suasana disiplin, perkembangan intelektual, emosional dan sikap serta apresiasi pada siswa (Djamarah dan Zain, 2010:178).

 

Tujuan manajemen kelas adalah sebagai berikut :

a). Agar pengajaran atau pembelajaran di kelas dapat dilakukan secara maksimal, sehingga tujuan pengajaran atau pembelajaran di kelas dapat dicapai secara efektif dan efisien.

b). Untuk memberi kemudahan dalam usaha memantau kemajuan siswa dalam pembelajarannya di kelas. Dengan Manajemen Kelas, guru mudah untuk melihat dan mengamati setiap kemajuan/ perkembangan yang dicapai siswa, terutama siswa yang tergolong lamban dalam memahami sesuatu pembelajaran. 

c). Untuk memberi kemudahan dalam memecahkan masalah-masalah penting untuk dibicarakan dikelas demi perbaikan pengajaran pada masa mendatang. 

 

Sedangkan menurut Mudasir (2011:20), tujuan manajemen kelas atau pengelolaan adalah sebagai berikut:

a). Mewujudkan situasi dan kondisi kelas, baik sebagai lingkungan belajar maupun sebagai kelompok belajar.

b). Menghilangkan berbagai hambatan belajar yang dapat menghalangi terwujudnya kegiatan belajar. 

c). Menyediakan dan mengatur fasilitas serta perabot belajar yang mendukung dan memungkinkan siswa belajar sesuai dengan lingkungan sosial, emosional, dan intelektual siswa di kelas. 

d). Membina dan membimbing sesuai dengan latar belakang sosial, ekonomi dan budaya serta sifat individual.

 

Prinsip-Prinsip Manajemen kelas 

Dalam manajemen kelas terdapat beberapa prinsip yang harus diperhatikan sebagai prasyarat menciptakan satu model pembelajaran yang efektif dan efisien, yaitu

1. Prinsip Kesiapan (Readiness)

prinsip Kesiapan belajar ialah kematangan dan pertumbuhan fisik, psikis, inteligensi, latar belakang pengalaman, hasil belajar yang baku, motivasi, persepsi dan faktor-faktor lain yang memungkinkan seseorang dapat belajar. jadi pada prinsip ini  Guru harus membuat peserta didik dapat siap akan beberapa faktor yang menjadi pemicu akan kesiapan dari peserta didik itu sendiri dalam mengikuti pembelajaran di kelas.

2. Prinsip Motivasi (Motivation)

Motivasi adalah tenaga pendorong atau penarik yang menyebabkan adanya tingkah laku ke arah suatu tujuan tertentu. Adanya motivasi pada peserta didik membuat peserta didik tersebut akan bersungguh-sungguh menunjukkan minat, perhatian, dan rasa ingin tahu yang kuat untuk ikut serta dalam kegiatan belajar di kelas. Nah dalam prinsip ini guru di tekankan untuk memberikan motivasi atau arahan kepada peserta didik dengan tujuan agar peserta didik tersebut dapat bersungguh sungguh dan menumbuhkan aspek aspek yang mendukung ia dalam mengikuti kegiatan belajar di kelas.

3. Prinsip Perhatian 

Perhatian merupakan suatu strategi kognitif yang mencakup empat keterampilan yaitu berorientasi pada suatu masalah, meninjau sepintas isi masalah, memusatkan diri pada aspek-aspek yang relevan dan mengabaikan stimuli yang tidak relevan. Dalam proses pembelajaran perhatian merupakan faktor yang besar pengaruhnya. Jadi pada prinsip ini guru harus memperhatikan Peserta didik untuk memehami mereka agar mudah menentukan metode pembelajaran seperti apa yang akan digunakan dalam kegiatan pembelajaran di kelas.

4. Prinsip Persepsi

Prinsip umum yang perlu diperhatikan dalam menggunakan persepsi adalah (a) makin baik persepsi mengenai sesuatu makin mudah peserta didik belajar mengingat sesuatu tersebut. (b) dalam pembelajaran perlu dihindari persepsi yang salah karena hal ini akan memberikan pengertian yang salah pula pada peserta didik tentang apa yang dipelajari (c) dalam pembelajaran perlu diupayakan berbagai sumber belajar yang dapat mendekati hal yang sesungguhnya sehingga peserta didik memperoleh persepsi yang lebih akurat. Pada prinsip ini pada intinya guru harus mengarahkan dan juga membimbing peserta didik untuk mengambarkan membuat mereka membuat pandangan mereka sendiri terkait suatu hal yang mereka pelajari dengan cara yang tepat untuk memudajkan peserta didik dalam memahami suatu hal dengan gambaran atau pandanhan yang ada di dalam pikiran mereka. Tentu saja Guru harus mengarahkan agar pandangan atau gambaran mereka itu tidak salah dalam sumber yang salah.

5. Prinsip Retensi 

Retensi adalah apa yang tertinggal dan dapat diingat kembali setelah seseorang mempelajari sesuatu. Dengan retensi membuat apa yang dipelajari dapat bertahan atau tertinggal lebih lama dalam struktur kognitif dan dapat diingat kembali jika diperlukan. Karena itu, retensi sangat menentukan hasil yang diperoleh peserta didik dalam proses pembelajaran. Jadi prinsip ini guru harus sedikit mengulang pembelajaran yang sudah lalu dengan tujuan agar peserta didik dapat mengingat lagi beberapa materi lalu yang telah di sampaikan.

6. Prinsip Transfer 

Transfer merupakan suatu proses dimana sesuatu yang pernah dipelajari dapat memengaruhi proses dalam mempelajari sesuatu yang baru. Dengan demikian, transfer berarti pengaitan pengetahuan yang sudah dipelajari dengan pengetahuan yang baru dipelajari. Pengetahuan atau keterampilan yang diajarkan di sekolah selalu diasumsikan atau diharapkan dapat dipakai untuk memecahkan masalah yang dialami dalam kehidupan peserta didik nanti atau dalam pekerjaan yang akan dihadapi nanti.

 

Masalah -Masalah Dalam Manajemen Kelas

Seorang guru dalam kegiatan pembelajaran pasti akan menghadapi kasus-kasus dalam kelasnya. Kasus-kasus yang dijumpai guru dalam manajemen kelas antara lain seperti:

1). Tingkat penguasaan materi oleh peserta fidok di dalam kelas. contohnha, materi pelajaran yang diberikan kepada peserta didiknitu terlalu tinggi atau sulit, sehingga itu membuat peserta didik tidak bisa mengikuti pembelajaran secara efektif dan efisien, maka di sini diperlukan penyesuaian agar peserta didik dapat mengikuti kegiatan belajar dengan baik. Apabila tidak diadakan penyesuaian, peserta didik tidak akan serius dalam belaajr dan akan selalu menimbulkan masalah.

2). Fasilitas yang diperlukan. contohnya, kurangnya alat, media, bahan, tempat, biaya, dan lain-lain yang mendukung kegiatan pembelajaran sehingga membuat peserta didik sulit memahami atau tidak bersemangat dalam mengikuti pembelajaran di kelas.

3). Kondisi peserta didik. contohnya, siswa yang kelihatan sudah lesu dan tidak bergairah dalam menerima pelajaran, hal ini dapat mempengaruhi situasi pembelajaran yang kurang baik di dalam kelas.

4). Teknik mengajar guru. contohnya, dalam memberikan pengajaran kurang meningkatkan suasana kelas dan membosankan terlihat monoton.

 

Aspek Manajemen Kelas

Adapun aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam manajemen kelas  adalah sifat kelas, pendorong kekuatan kelas, situasi kelas, tindakan selektif, dan kreatif (Johnson dan Bany, 1970). Kegiatan-kegiatan yang perlu dilaksanakan  dalam manajemen kelas sebagai aspek-aspek manajemen kelas, seperti tertuang dalam Dirjen Dikdasmen (2000) adalah:

1). mengecek kehadiran siswa;

2). mengumpulkan hasil pekerjaan siswa, memeriksa, dan menilai hasil pekerjaan tersebut;

3). pendistribusian bahan dan alat;

4). mengumpulkan informasi siswa, mencatat data pemeliharaan arsip;

5). menyampaikan materi pelajaran; dan

6). memberikan tugas.

 

Nah itulah yang dapat saya sampaikan terkait apa yang dapat saya pahami mengenai manajemen kelas. Mungkin tidak dapat saya sampaikan secara detail dikarenakan kurangnya pengetahuan saya dalam memahami. jadi apa yang saya tulis disini hanya apa yang saya pahami terkait manajemen kelas yang saya dapat dari beberapa sumber bacaan yang dapat teman-teman temukan di internet.

Saya mohon maaf jika ada salah kata atau salah penyampaian dalam postingan ini. Teman-teman dapat mengoreksinya di kolom komentar, Terima kasih telah membaca saya akhiri dengan,

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh.

Minggu, 18 April 2021

Tugas 2 Laporan Bacaan (Magang 1) Manajemen Sekolah

 Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarokatuh,

Baiklah kawan kawan apa kabarnya? Terima kasih telah kembali mengunjungi Blog pribadi saya pada hari ini. Pada kali ini saya memposting tulisan ini merupakan sebuah tugas Dari Mata Kuliah Magang 1. Dimana Pada tugas kali ini merupakan Laporan bacaan dari apa yang saya baca selama sepekan. Pada Kali ini saya akan membahas tentang Manajemen Sekolah. Disini saya akan menyampaikan segala sesuatu yang dapat saya pahami tentang manajemen dari apa yang saya baca dari berbagai sumber, jadi mohon maaf apabila ada hal penting yang tidak dapat saya bahas tentang manajemen sekolah. Hal tersebut mungkin saja hanya ketidaktauan saya, jadi saya harap dapat dimaklumi. Baiklah langsung saja ke pembahasan tentang manajemen sekolah.

 

Pengertian Manajemen Sekolah

Sebelum kita membahas tentang manajemen sekolah kita harus tau terlebih dahulu Pengertian dari Manajemen Sekolah itu sendiri. Apa sih manajemen sekolah itu? pernahkan teman-teman pembaca sekalian membaca atau mendengar apa itu manajemen sekolah? Dari hasil bacaan saya ada beberapa pengertian umum tentang manajemen yang disampaikan oleh beberapa ahli. Dari Kathryn . M.Bartol dan David C. Martin yang dikutip oleh A.M. Kadarman SJ dan Jusuf Udaya (1995) memberikan pengertian bahwa :

“Manajemen adalah proses untuk mencapai tujuan – tujuan organisasi dengan melakukan kegiatan dari empat fungsi utama yaitu merencanakan (planning), mengorganisasi (organizing), memimpin (leading), dan mengendalikan (controlling). Dengan demikian, manajemen adalah sebuah kegiatan yang berkesinambungan”. Sedangkan dari Stoner sebagaimana dikutip m oleh T. Hani Handoko (1995) mengemukakan bahwa : “Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya-sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan”.

sedangkan Secara khusus dalam konteks manajemen sekolah, Djam’an Satori (1980) memberikan pengertian manajemen pendidikan dengan menggunakan istilah administrasi pendidikan yang diartikan sebagai “keseluruhan proses kerjasama dengan memanfaatkan semua sumber personil dan materil yang tersedia dan sesuai untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan secara efektif dan

efisien”. Sementara itu, Hadari Nawawi (1992) mengemukakan bahwa “administrasi pendidikan sebagai rangkaian kegiatan atau keseluruhan proses pengendalian usaha kerjasama sejumlah orang untuk mencapai tujuan pendidikan secara sistematis yang diselenggarakan di lingkungan tertentu terutama berupa lembaga pendidikan formal”.

Meski ditemukannya banyak sekali pengertian manajemen atau administrasi yang beragam dari apa yang saya baca, baik yang bersifat umum maupun khusus tentang kependidikan, namun saya dapat tarik benang merah atau kesimpulan tentang pengertian manajemen

sekolah tersebut, yaitu :

Manajemen Sekolah merupakan suatu kegiatan yang dilakukan secara efektif dan juga efisien untuk meningkatkan kinerja sekolah dalam pencapaian tujuan pendidikan, yang mana hasilnya bisa kita lihat dari beberapa faktor sebagai indikator keberhasilan dari kinerja yang berhasil dicapai oleh sekolah. Jadi secara singkatnya itu Manajemen Sekolah merupakan sebuah upaya atau usaha yang dilakukan bersama-sama demi mencapai tujuan pendidikan belajar-mengajad di sekolah yang optimal.

 

Fungsi Manajemen Sekolah

Setelah kita membahas tentang manajemen sekolah kali ini kita akan membahas dari fungsi dari manajemen sekolah tersebut. Dari berbagai sumber bacaan yang saya baca secara inti fungsi manajemen sekolah itu ada 4 yaitu:

1. Planing atau Perencanaan merupakan kegiatan untuk menetapkan tujuan yang ingin dicapat serta cara cara mencapai tujuan tersebut. dari namanya paling atau rencana itu bertujuan untuk memberikan arah atau kejelasan dari setiap kegiatan sehingga kegiatan yang sudah memiliki perencanaan akan berjalan dan dilaksanakan dengan efektif dan juga efisien. Selain itu dengan adanya Planing atau rencana ini biasanya kita juga dapat beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan-perubahan lingkungan yang terjadi. sebagai contoh di situasi pandemi covid seperti ini, pihak sekolah harus berupaya membuat planing atau rencana untuk memberikan pembelajaran yang baik entah itu lewat daring ataupun tatap muka. Pihak sekolah harus memikirkan strategi apa saja yang dilakukan dalam kondisi seperti ini. pihak sekolah tentu saja harus memberikan suatu rencana yang terbaik demi memajukan pendidkkan walaupun dalam kondisi pandemi seperi ini. Hal tersebut tidak lain tidak bukan sebagai upaya kita untuk terus beradaptasi dengan perkembangan lingkungan entah itu perkembangan dari situasi lingkunhan, perkembangan teknologi dan segala macamnya.

2. Pengeorganisasian (Organizing)

Pengeorganisasian ini merupakan upaya atau segala usaha untuk melengkapi rencana-rencana yang telah dibuat. dalam artian ini pengeorganisasian itu lanjutan dari planing yaitu setelah planing harus menentukan atau memperjelas dari planing atau rencana itu sendiri seperti siapa yang kn mengerjakan rencana tersebut, kapan dilaksanakannya. apa target dari pelaksanaan rencan tersebut dan lain lainnya.

dari yang saya baca dapat saya pahami pengeorganisasi tersebut ada 3 langkah dari proses pengoorganisasian tersebut yaitu: 1) pembahasan lengkap terkait apa saja yang harus direncanakan dari rencana tersebut. 2) pembagian tugas yang sesuai dengan rencana tersebut. 3) Mengembangkan suatu mekanisme dari rencana tersebut agar dapat mengkoordinir Pekerjaan dari menjadi suatu kesatuan yang terpadu dan harmonis.

 

3. Pelaksanaan (Actuating)

Pelaksanaan merupakan segala upaya atau usaha yang dilakukan untuk membuat semua rencana-rencana yang dibuat dan disusun sebelumnya dapat terlaksana atau menjadi kenyataan, dengan berbagai arahan agar dapat dilaksanakan secara optimal sesuai dengan peran, tugas dan tanggung jawabnya. Dari kesuluruhan Fungsi proses dari manajemen sekolah pelaksanaan merupakan fungsi yang paling utama. kalau sebelumnya kita membahas tentang planing dan pengeorganisasian kedua hal tersebut itu ibaratkan hanya asumsi atau teori saja dan untuk membuktikan asumsi dan teori tersebut maka diperlukan praktek secara langsung yaitu pelaksanaan itu tadi.

 

4. Pengawasan (Controling)

pengawasan merupakan suatu upaya atau usaha yang berusaha

untuk mengendalikan agar pelaksanaan dapat berjalan sesuai dengan rencana dan memastikan apakah tujuan organisasi tercapai. Apabila terjadi penyimpangan di mana letak penyimpangan itu dan bagaimana pula tindakan yang diperlukan untuk mengatasinya. Jadi pengawasan ini sebagai fungsi lanjutan ketika semua hal telah dapat dilaksanakan baik itu rencana, pengeorganisasian dan juga pelaksanaan maka hal terakhir yang diperlukan adalah pengawasan. Hal ini bertujuan agar dapat memastikan apakah pelaksanaan tersebut sesuai dengan rencana atau tidak. Dalam pengawasan ini kita juga bisa mencari solusi apabila pelaksanaan tidak sesuai dengan rencana.

 

Nah dari keempat fungsi tersebut dapat saya simpulkan bahwa semua itu saling berhubungan satu sama lain. keempat fungsi tersebut menghasilkan apa yang disebut sebagai manajemen. Saya berasumsi proses dari manajemen sekolah ini adalah proses interaksi antara fungsi dari manajemen itu sendiri.

jadi dapat saya ambil poinnya adalah setiap kegiatan pendidikan di sekolah harus memiliki perencanaan yang jelas dan juga realisitis, pengorganisasian yang efektif dan efisien, pengerahan dan pemotivasian seluruh personil sekolah untuk selalu dapat meningkatkan kualitas kinerjanya, dan pengawasan secara berkelanjutan.

 

Bidang kegiatan pendidikan

Lanjut ke pembahasan selanjutnya yaitu tentang Bidang Kegiatan Pendidikan. Dari berbagai sumber bacaan yang sudah saya baca. saya memahami bahwa bidang-bidang kegiatan pendidikan di sekolah itu mencakup 5 poin utama yaitu:

1. Manajemen kurikulum merupakan subtansi manajemen yang utama di sekolah. saya memahami Prinsip dasar manajemen kurikulum ini adalah berusaha agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik sesuai rencana, dengan tolak ukur pencapaian tujuan oleh siswa yaitu mencerdasakan siswa tersebut dan dapat berguna bagi masyarakat sekitsr dan mendorong guru untuk menyusun dan terus menerus menyempurnakan dari strategi pembelajarannya di kelas.

2. Manajemen Kesiswaan saya memahami ada 4 prinsip dasar yaitu a) dalam pembelajaran siswa harus diperlakukan sebagai subyek dan bukan obyek, sehingga harus didorong untuk berperan serta dalam setiap perencanaan dan pengambilan keputusan yang terkait dengan kegiatan mereka; (b) kondisi siswa itu sangat beragam, ditinjau dari kondisi fisik, kemampuan intelektual, sosial ekonomi, minat dan seterusnya. Oleh karena itu diperlukan beberapa kegiatan yang beragam contohnya ekstrakurikulee, sehingga setiap siswa memiliki wahana untuk berkembang secara optimal sesuai dengan yang diminatinya (c) siswa itu hanya termotivasi belajar jika mereka menyenangi apa yang diajarkan dan (d) pengembangan potensi siswa tidak hanya menyangkut ranah kognitif, tetapi juga ranah afektif, dan psikomotor.

3. manajemen personalia juga memiliki 4 prinsip dasar yaitu: (a) dalam mengembangkan sekolah, sumber daya manusia adalah komponen paling berharga maksudnya adalah memanfaatkan apa saja yang ada; (b) sumber daya manusia akan berperan secara optimal jika dikelola dengan baik, sehingga mendukung tujuan institusional; (c) kultur/budaya dan suasana  di sekolah, serta perilaku manajemen sekolah sangat berpengaruh terhadap pencapaian tujuan pengembangan sekolah; dan (d) manajemen personalia di sekolah pada prinsipnya mengupayakan agar setiap warga sekolah itu dapat bekerja sama dan saling mendukung untuk mencapai tujuan sekolah.

4. Manajemen Keuangan pada intinya manajemen keungan ini adalah pencapaian efisiensi dan efektifitas. selain mengutamakan ketersedian dana dalam memadai setiap kegiatan sekolah perlu juga dilakukan pemantauan dari pengeluaran dana tersebut entah itu dari pemerintah, masyarakat ataupun lainnya. Hal ini bertujuan agar setiap dana yang masuk dan juga keluar dapat di manajemen atau dikelola dengan baik sehingga tidak ada dana yang keluar secara percuma atau sia-sia.

5. Manajemen Perawatan Preventif sarana dan prasarana sekolah. Pada intinya melakukan perawatan secara periode tertentu dari fasilitas sekolah seperti bangunan, gedung, dan peralatan sekolah lainnya. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja, memperpanjang usia pakai, menurunkan biaya perbaikan karena sudah diketahui permasalahannya sejak awal dan menetapkan biaya perawatan sarana dan prasarana di sekolah dan yang paling penting menumbuhkan kesadaran antar sesama warga sekolah tentang betapa pentingnya merawat sarana dan prasarana sekolah. dalam pelaksanaannya dilakukan : pengarahan kepada tim pelaksana, mengupayakan pemantauan bulanan ke lokasi tempat sarana dan prasarana, menyebarluaskan informasi tentang program perawatan preventif untuk seluruh warga sekolah, dan membuat program lomba perawatan terhadap sarana dan fasilitas sekolah untuk memotivasi warga sekolah.

 

Baiklah itulah sedikit pembahasan singkat tentang manajemen sekokah yang dapat saya pahami dari berbagai sumber bacaan yang telah saya baca. Masih banyak pembahasan lain mengenai manajemen pembahasan yang belum saya bahas karena keterbatasan ilmu dan pemahaman saya pribadi. saya harap apa yang saya tulis di blog ini dapat memberikan wawasan dan pengetahuan baru mengenai manajemen sekolah kepada teman teman pembaca sekalian. Mohon maaf jika ada salah-salah kata dalam tulisan kali ini. Terima kasih telah meluangkan waktunya untuk membac tulisan ini saya akhiri dengan,

 

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarokatuh


Referensi

Sudrajat, Akhmad. MANAJEMEN SEKOLAH: Pengertian, Fungsi dan Bidang Manajemen (http://blog.umy.ac.id/syrama/files/2012/11/manajemen-sekolah.pdf)

https://www.gurupendidikan.co.id/manajemen-pendidikan/

Sabtu, 10 April 2021

Laporan Bacaan (Magang 1) Kultur Sekolah

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh

Saya Firmansyah NIM 11901272 Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Jurusan Pendidikan Agama Islam DI IAIN Pontianak. Tulisan ini merupakan tugas laporan bacaan dari Mata Kuliah Magang 1 Kelas PAI 4E.

Sepekan ini saya sedikit menghabiskan waktu saya untuk membaca beberapa artikel dan juga jurnal mengenai kultur Sekolah. Dan dari hasil bacaan tersebut ada beberapa hal yang saya pahami mengenai tentang kultur sekolah. Dan dalam tulisan ini saya akan menyampaikan Laporan Bacaan Mengenai Kultur Sekolah. Saya tidak akan menjelaskan secara rinci apa itu Kultur Sekolah disini saya akan sedikit menghubungkan atau mengaitkan dengan sekolah sekolah di sekitar saya dan sedikit memberi contoh tentang kultur sekolah di sekolah yang pernah saya tempati.

Sebelum itu kita harus tau apa itu Kultur sekolah. Dari beberapa artikel dan jurnal yang saya baca Mengenai Kultur Sekolah, Kultur merupakan kebudayaan, Menurut Antropologi yang dikutip dari (Koentjaraningrat, 2003: 72) kebudayaan adalah seluruh sistem gagasan dan rasa, tindakan, serta karya yang dihasilkan manusia dalam kehidupan bermasyarakat, yang dijadikan miliknya dengan belajar. Jadi kebudayaan sebagai keseluruhan pengetahuan manusia sebagai mahluk sosial yang digunakannya untuk memahami dan menginterpresentasikan lingkungan dan pengalamannya, serta menjadi landasan bagi tingkah lakunya. Begitu juga dengan Kebudayaan atau Kultur sekolah. Setiap Sekolah mememiliki Kultur Sekolah yang berbeda-beda antara satu sekolah dengan sekolah lainnya dan juga memiliki pengalaman yang berbeda dalam membentuk atau membangun sekolahnya dengan caranya masing-masing. Perbedaan kultur sekolah inilah yang menurut saya adanya anggapan dari “Sekolah Favorit” atau “Sekolah Unggulan” karena perbedaan kebudayaan sekolah mereka sehingga menjadi Keunikan atau ciri khas tersendiri dari masing masing sekolah mengenai Kultur Sekolah atau kebudayaan sekolah mereka.

 Kultur Sekolah sangat berperan penting dalam Kemajuan terutama Dinamika Sekolah. Budaya sekolah menyebabkan perbedaan respon sekolah terhadap perubahan kebijakan pendidikan. Dikarenakan ada perbedaan karakteristik yang melekat pada satuan pendidikan, selain itu budaya sekolah juga mempengaruhi kecepatan sekolah dalam merespon perubahan tergantung kemampuan sekolah dalam merancang pelayanan sekolah (Siti Irene Astuti D, 2009:74).

Jadi dapat dipahami bahwa kultur sekolah mempengaruhi dalam kultur dinamika sekolah yang tetap menekankan pentingnya kesatuan, stabilitas,  dan harmonisasi sosial pada sekolah dan realitas sosial, maksudnya adalah kebudayaan sekolah harus tetap mementingkan Sekolah menjadi satu kesatuan yang tetap mempertahankan semua hal positif di sekolah yang telah menjadi budaya di sekolahnya masing-masing dan tentu saja mempertahankan warga sekolah selalu menjadi harmonisasi atau keakraban atau ikatan sesama di lingkungan sekolah yang membuat seluruh orang di lingkungan sekolah nyaman sehingga dapat diterapkan di kehidupan masyarakat secara nyata.

Kultur Sekolah sangat berperan penting dalam upaya untuk meningkatkan mutu Sekolah, biasanya pihak sekolah akan selalu di tuntut untuk selalu melakukan perbaikan secara terus-menerus. Hal ini bertujuan untuk mengembangkan kualitas sekolah lebih baik dari sebelumnya salah satu fungsi dari kultur sekolah di beberapa sumber yang saya baca adalah kultur sekolah itu sebagai alat untuk membangun identitas (jati diri) hal ini dapat kita lihat dari berapa peranan pihak sekolah dalam meningkatkan kultur sekolah sebagai upaya untuk membangun identitas (jati diri) dari siswa tresebut sehingga selama sekolah di tempat itu siswa tersebut dapat memahami dirinya sendiri dan meningkatkan potensi yang ada di dalam dirinya. Karena kultur budaya dapat mempengaruhi karakteristik siswa, Oleh sebab itu biasanya setiap sekolah selalu mencari cara terbaik agar kultur sekolahnya dapat berkembang dengan baik sehingga dapat memberi dampak positif terhadap siswa yang ada di lingkungan sekolah tersebut.

Untuk Membangun Kultur sekolah yang baik tentu saja tidak dapat dilakukan sendiri, maka harus dilakukan kerjasama baik itu dari pihak sekolah, orang tua siswa, bahkan dari siswanya itu sendiri. Kultur sekolah yang baik akan menghasilkan suatu tujuan yang ingin dicapai bersama, yaitu dengan membuat seluruh orang di lingkungan sekolah dapat mengembangkan sistem dan pola pikir yang lebih baik lagi. Hal tersebut akan berjalan dengan sesuai harapan jika pihak sekolah selalu mendukung dengan mengevaluasi diri sebagai acuan untuk membangun kultur yang tepat sesuai realitas.

Hal ini dapat saya beri contoh di sekolah di Kabupaten Sambas di kecamatan Selakau. Baik SD,SMP atau SMA pihak guru selalu memberikan arahan kepada orang tua siswa untuk bisa bekerja sama dalam upaya agar karakteristik siswa dapat selalu mengarah kearah positif sehingga kultur sekolah dan karakteristik anak di masyarakat tersebut dapat berjalan dengan baik dan hasil yang sangat positif. Pihak sekolah Di kecamatan Selakau ini tidak henti hentinya selalu Mengevaluasi beberapa hal terkait cara-cara agar kultur sekolah ini dapat mengarah ke arah yang positif.

Dalam kultur sekolah tentu saja memiliki cara-cara tertentu untuk membangunnya agar lebih baik salah satunya adalah dengan menetapkak visi dan misi. Menurut Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 19 tahun  2007 tentang standar  Pengelolaan Pendidikan oleh Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, visi  adalah  cita-cita bersama warga sekolah dan segenap pihak yang berkepentingan pada masa yang akan datang yang mampu memberikan inspirasi, motivasi dan kekuatan pada warga sekolah dan segenap pihak yang berkepentingan untuk mencapainya. Misi sekolah adalah segala sesuatu yang harus dilakukan untuk mewujudkan visi. Tujuan sekolah menggambarkan tingkat kualitas yang ingin dicapai dalam jangka waktu menengah. Strategi adalah cara-cara yang dilakukan sekolah untuk mencapai tujuan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

Visi dan misi perlu dijadikan acuan oleh segenap warga sekolah agar menjadi dorongan untuk melakukan setiap kegiatan dalam rangka mencapai tujuan sekolah. Saya coba melihat Visi dan Misi di Salah satu sekolah di Kecamatan Selakau SMA Negeri 1 Selakau yang dimana saya adalah salah satu alumni disana. SMA Negeri 1 Selakau memiliki Visi dan Misi yang bagus untuk mengembangkan Kultur Sekolah dan saya sendiri sudah merasakan dampak dari VISI dan MISI tersebut. Mungkin saja sekarang ada banyak perubahan dengan visi dan misi nya, akan tetapi setelah saya lakukan searching di website utama SMA Negeri 1 Selakau Visi dan Misi dari SMA Negeri 1 Selakau kurang lebih masih sama. Visi dan Misi dari Sekolah SMA Negeri 1 Selakau adalah:

-Visi: Beriman dan Bertaqwa, Berprestasi, Berkarakter

-Misi:

1. Membina mental Sprititual warga sekolah dalam rangka menuju insan yang berakhlakul karimah.

2. Menyelenggarakan pembinaan dan bimbingan kegiatan kurikuler dan ekstra kurikuler secara optimal menuju insan yang berprestasi.

3. Mengembangkan nilai-nilai Pendidikan karakter bagi semua warga sekolah.

Dapat kita lihat Visi dan Misi di SMA negeri 1 Selakau tersebut isinya sangat sangat positif bagi kultur sekolah. Teman teman pembaca pasti bertanya bagaimana cara pelaksanaannya? apakah berhasil? Saya jawab menurut pendapat saya pribadi 80% berhasil karena bagi saya secara pribadi tidak ada sekolah yang sempurna pasti selalu ada kekurangan walaupun sedikit. Di SMA Negeri 1 selakai pihak sekolah dan pihak orangtua siswa telah bekerja sama dalam membangun karakter anak Agar sesuai dengan harapan dari tujuan Sekolah. Siswa dibentuk menjadi anak yang Beriman dan bertaqwa artinya ingat kepada tuhannya dan selalu menjalankan kewajibannya. Anak juga diarahkan agar dapat berprestasi, pihak sekolah telah menyediakan banyak fasilitas dalam belajar seperti kegiatan ekskul, fasilitas lab, perpustakaan dan sebagainya hal itu dibutuhkan agar siswa dapat berprestasi dan dapat belajar diluar jam sekolah. Siswa juga diarahkan agar dapat berkarakter, hal ini yang paling penting dan akan dipakai dikehidupan sehari hari, para siswa harus memiliki sifat yang baik, pihak guru dan orangtua siswa akan mengajarkan adab dan sopan santun serta mengajari siswa bersifat jujur, bertanggung jawab sehingga menjadi siswa yang Berkarakter.

Dapat kita lihat dari VISI dan MISI di SMA Negeri 1 Selakau jika visi dan misi tersebut dapat terlaksana dengan baik tentu saja Kultur Sekolah atau kebudayaan sekolah akan berdampak positif. Ini akan menjadi ciri khas dari sekolah tersebut serta menimbulkan citra baik di masyarakat dan diharapkan juga Kultur Sekolah tersebut dapat terlaksana secara turun temurun maksudnya akan selalu berkembang menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Dalam Meningkatkan Kultur Sekolah atau kebudayaan sekolah bisa juga Dengan menanamkan Nilai-nilai Agama. sekolah merupakan sebuah lembaga pendidikan yang tidak hanya memberikan pengajaran danp pendidikan namun sangat penting untuk memberikan nilai moral dan keagamaan kepada segenap warganya.  Para guru yang sudah professional dan berkompeten melakukan tugasnya untuk mengajar, mendidik, membimbing, melatih, menggerakan bahkan mengarahkan para siswa agar kelak menjadi manusia yang cendikia, mandiri dan berbudi pekerti luhur. Sekolah Pasti Mengharapkan siswanya kelak akan menjadi generasi yang akan ikut serta membangun dan dan memimpin bangsa. Sekolah sebuah lembaga pendidikan seharusnya perlu membangun kultur sekolah yang baik, sehat, dan positif.

Dalam membangun kultur sekolah yang baik, sehat  dan positif perlu didasari oleh pengakuan bahwa manusia adalah mahluk Tuhan Yang Maha Esa sehingga segala apa yang dilakukan selalu diniatkan untuk beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama yang dianutnya. Keyakinan dan nilai-nilai agama akan memberikan arahan untuk bekerja dan melakukan perbuatan yang diridhoiNya. Hal ini akan memberikan dampak positif kepada warga sekolah agar segala perbuatannya dapat dipertanggungjawabkan tidak hanya kepada manusia semata tapi mendapatkan nilai lebih di mata Tuhan Yang Maha Esa.

Di sekolah SMA Negeri 1 Selakau Pihak Sekolah Melakukan beberapa cara dalam menamkan Nilai-nilai Agama, Dikarenakan Mayoritas Kebanyakan siswa adalah 99% Muslim maka nilai agama yang ditanamkan pasti tentang Agama Islam tanpa sedikitmu diskriminasi tanpa agama lain yang belajar di SMA Negeri 1 selakau. Siswa dengan Agama lain juga diberikan fasilitas untuk belajar Nilai-nilai agama secara privat, karena jumlahnya yang kurang dari 5 orang saja. DI SMA Negeri 1 Selakau Disana ada fasilitas yang sangat memadai dalam upaya menanamkan nilai nilai agama seperti Musholla, Al-qur’an dan yang paling penting disana memiliki Organsisasi ROHIS (Rohani Islam). Saya salah satu alumni Rohis Di SMA Negeri 1 Selakau. Rohis berperan sebagai organisasi yang mengajarkan nilai nilai agama dengan melakukan beberapa tausiah atau membuat kelompok belajar yang dimana pihak sekolah menjadikan Rohis sebagai Salah satu Ekskul wajib yang harus diikuti siswa kelas 10. Biasanya Rohis akan membentuk sebuah kelompok belajar dengan beberapa siswa kelas 10 dan 1 orang mentor dalam satu kelompok. Mentor disini adalah siswa kelas 11 atau 12. Mentor disini bertugas untuk memberikan materi seputar Agama kepada Siswa Siswa. Pihak Sekolah juga bekerja sama dengan Rohis agar membentuk susunan adzan dan kultum di waktu sholat dzuhur berjamaah, biasanya rohis akan membuat jadwal adzan dan kultum yang dimana disini peserta nya adalah siswa siswa di SMA negeri 1 selakau. Hal ini bertujuan selain menamkan Nilai agama sekaligus mengajarkan mereka sebagai seorang pemimpin di kemudian hari agar dapat membimbing dengan Ilmu Agama yang bagus. Di SMA Negeri 1 Selakau antusias siswa dengan adzan dan kultum juga baik, dan antusias menjalani sholat berjamaah di mesjid juga sangat bagus, Musholla selalu penuh dengan siswa baik pria atau wanita. Disini saya Berkesimpulan jika kita melakukan sesuatu sesuai dan dengan cara yang tepat maka Kultur Sekolah yang akan berkembang akan selalu positif dan akan berdampak baik bagi sekolah dan masyarakat.

Mungkin hanya itu yang dapat saya sampaikan dari hasil bacaan saya, mungkin banyak kekurangan dari hasil tulisan saya ini, akan tetapi saya berusaha untuk menulis sebisa saya agar apa yang saya pahami dapat tersalurkan dengan baik lewat tulisan ini.

Terima kasih saya akhiri dengan

Wassalamu'alaikumWarahmatullahi wabarokatuh.


Referensi bacaan 

1. http://www.sman1-selakau.sch.id/html/profil.php?id=profil&kode=11&profil=Visi%20dan%20Misi

2. http://www.sman1subang.sch.id/html/index.php?id=artikel&kode=28

3. https://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=j&url=https://eprints.uny.ac.id/7779/3/BAB%25202%2520-%252008110241018.pdf&ved=2ahUKEwjzj4u32vXvAhVa4XMBHUhMD1AQFnoECAsQAQ&usg=AOvVaw2qYdUOOojhVhxkMtW0Fx-D&cshid=1618127610116

Rabu, 27 November 2019

MERAYAKAN KEHILANGAN

PESAN UNTUKMU DARIKU YANG SEDANG MERAYAKAN KEHILANGAN.
KAU MAU MEMBACANYA ATAU TIDAK ITU TERSERAH DIRIMU.



    Namaku Aldi seorang mahasiswa di salah satu Universitas ternama di Kalimantan Barat. aku adalah tipe orang yang sangat introvert, bisa dibilang aku adalah orang yang pemalu. Karena sifatku yang introvert atau pemalu ini aku sangat tertutup dengan orang lain, tetapi bukan berarti saya tidak memiliki teman, hanya saja saya tidak memiliki banyak teman susah beragaul dengan orang lain. Di kampus ada seorang wanita yang kusukai namanya citra. Dia tidak terlalu cantik tapi yang membuatku suka dengannya adalah senyuman yang ketika aku melihat seakan waktu berhenti sejenak karena senyumnya yang indah, selain itu sifatnya yang baik kepada semua orang juga menjadi nilai plus kenapa aku menyukai dia. Ingin rasanya aku berkenalan dengannya, karena sifatku yang pemalu ini serasa mustahil rasanya berkenalan dengannya. Seluruh tubuhku serasa tak dapat bergerak ketika ingin menghampirinya, mukutku seakan bisu untuk berbicara dengannya. Yang bisa kulakukan hanyalah memandangnya dari kejauhan. Sampai pada suatu waktu ada momen dimana kami berbicara, walaupun hanya sekedar menanyakan tugas. Kebetulan aku dengannya itu satu kelas jadi aku bisa memandangnya setiap hari. Dari obrolan singkat tersebut aku jadi mulai berani untuk berbicara dengannya. Hari demi hari aku semakin akrab dengannya, setiap hari kami ngobrol bersama. Terkadang kami juga jalan bareng hanya untuk sekedar refreshing, hingga aku sadar perasaanku dengannya bukanlah lagi sekedar suka tapi sudah berubah menjadi cinta. Suatu hari ketika kami berdua ke taman aku memutuskan untuk menyatakan perasaanku kepadanya. Satu kalimat jawaban darinya membuat dunia seakan Hening, "Ya, aku mau" katanya. Aku bahkan tak percaya apa yang terjadi, dia ternyata menerima cintaku. bibirku seakan tak pernah berhenti untuk terus tersenyum. Tuhan seakan mengiyakan apa yang aku doakan dan semesta seakan merestui  hubungan kami. Hari-hari kulalui dengan bahagia bersamanya, seminggu sekali kami selalu menghabiskan waktu bersama, aku bahkan masih tidak percaya dengan semua ini aku dengannya telah resmi berpacaran. 2 tahun sudah kami berpacaran hingga suatu waktu sifatnya telah berubah kepadaku. Dia jadi sering marah hanya karena masalah sepele. Hari demi hari selalu ada masalah dalam hubungan kami. Hingga aku memutuskan untuk berbicara empat mata dengannya. Dan pada kenyataannya dia memang ingin mengakhiri hubungan ini karena ingin fokus belajar agama. Karena niatnya yang baik akhirnya aku menyetujui untuk mengakhiri 2 tahun kisah perjalanan hubungan kami. Walaupun aku menyetujui tetapi hati kecilku seolah menangis karena berakhirnya kisah ini. Setelah putus aku sangat sedih dalam waktu yang cukup lama. Yang bisa kulakukan hanya berusaha untuk tetap tegar. Meskipun aku dengannya sudah putus sesekali aku main kerumahnya untuk silaturahmi dengan keluarganya, aku terbilang cukup akrab dengan keluarganya terutama kedua orang tuanya. Hari berganti, bulan berganti aku masih belum bisa move on, terlalu banyak kenangan bersamanya yang melekat dalam pikiranku. Hingga pada suatu hari aku melihat dia jalan dengan cowok lain, dan salah satu temannya bilang "Itu pacar Citra yang baru" jlebbb hatiku seakan hancur mendengarnya, "Dia sengaja mutusin kamu al agar bisa jadian dengan cowok itu" lanjut temannya bicara. Aku sudah tak bisa berkata-kata lagi, aku tak percaya apa yang aku dengar barusan. Wanita yang sangat aku cintai yang memberi alasan palsu ternyata hanyalah seorang brengsek. Aku lebih terima mengakhiri hubungan karena ada orang lain daripada dia mencari alasan membawa membawa agama. Hari-hariku sangat hancur meskipun ingin melupakannya kenanganku dengannya selalu saja menghantui dalam pikiran. Aku seakan berfikir "Ada rasa rindu kepada aku yang dulu, aku yang belum mengenal dia, aku yang belum terlanjur jatuh hati kepadanya lalu patah karenanya". Hari demi hari kulalui dengan kegalauan yang tak kunjung reda "Berulang kali aku ingin menghapus bayangnya tapi ketika melihat senyumnya selalu saja menjadi hujan deras, yang membuatku terjatuh tanpa harus tersandung terlebih dahulu". Aku jadi sering menulis karenanya "Kutitipkan kata ini dalam kertas walau tak pantas namun ku mencoba tuk tak lewat batas, Doa kita pernah serupa sebelum kehancuran menerpa. Apa kabar kamu yang pernah mencintaiku dulu? Kamu tahu aku merindukanmu, merindukan senyummu, suaramu, kabarmu, terlebih kamu" tulisku dalam sebuah buku. Hingga suatu waktu sahabatku menasihatiku "Udahlah al kamu gak bisa gini terus, kamu harus bisa lupain dia walaupun melupakan itu sangat menyakitkan" "Aku sudah pernah mencobanya namun semua itu gagal aku masih memikirkannya setiap hari" kataku. "Tak ada waktu yang cepat untuk dapat melupakan seseorang yang pernah selalu ada dalam hidupmu al. kamu harus bisa mengurangi rasa rindu itu secara perlahan setiap harinya Hingga pada akhirnya tidak ada lagi rindu yang tersisa untuknya" sahabatku menasihatiku, aku hanya bisa terdiam mendengar kata katanya, dia kemudian kembali berbicara"Ayo al Tersenyumlah, tinggalkan sedihmu itu, lupakan kekhawatiranmu itu, rayakan kehilanganmu dengan bahagia. Sakit yang kamu rasa hari ini tidak setara dengan kebahagian yang akan kamu dapat, tunggulah kejutan itu". Mendengar perkataan sahabatku ini aku tersenyum, pikiranku seakan terbuka, aku jadi semakin yakin untuk melupakan dia. "Terima kasih kawan, atas nasehatmu". beberapa bulan berlalu akhirnya aku sudah bisa move on darinya. Aku sudah tak memiliki perasaan apapun kepadanya. Pernah dia menghubungi ku hanya untuk bilang rindu, aku tau dia pasti habis putus dengan pacar barunya. Karena aku sudah tak memiliki perasaan apa apa dengannya jadi hanya ku respon seadanya. Aku sekarang sudah kembali seperti aku yang biasanya. Bahkan aku lebih bahagia sekarang karena ada sahabat yang selalu mendukungku. Perihal Cinta aku masih belum memikirkannya aku masih ingin menikmati kehidupanku yang sekarang. Dari proses Move on ku aku belajar "Aku pernah memaksa ingatan untuk menyembunyikan segala kenangan tentangnya, namun aku gagal. Setelah temanku menasihatiku aku memahami, kemudian aku paham bahwa jika melupakan bukan tentang memaksa lupa, melainkan tentang rasa ikhlas dan membiarkannya berlalu dengan sendirinya". 


"Dear Citra seseorang yang pernah kucintai dulu Aku sudah bahagia sekarang. Terima kasih telah memutuskan untuk pergi. Caramu menyakitiku kemarin adalah Cara tuhan akan memberiku kebahagiaan hari ini. Terima kasih telah mengajariku Tentang Artinya Merayakan Kehilangan."

Senin, 11 November 2019

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Menurut saya Pendidikan Agama Islam Pada Pemuda saat ini sangatlah baik meskipun masih ada beberapa kekurangan seperti kurangnya kesadaran pemuda pada saat ini akan betapa pentingnya Ilmu Pendidikan Agama Islam tersebut. Cara untuk mengatasi kekurangan ini adalah dengan membuat sistem pengajaran ini dibuat semenarik mungkin agar dapat diterima dikalangan pemuda pada saat ini.

Definisi Pendidikan Agama Islam menurut saya adalah suatu Metode Pelajaran atau Ilmu pengetahuan tentang agama islam agar manusia dapat beriman dan bertakwa kepada Allah Subhanahu wa ta'ala dan agar supaya dapat mewujudkan kewajibannya sebagai khalifah di muka bumi ini dengan berpedoman kepada Al-Qur'an dan Sunnah.

Menurut para Ahli Definisi Pendidikan Agama Islam adalah "Upaya untuk mengaktualkan sifat-sifat kesempurnaan yang telah di anugerahkan oleh Allah Subhanahu wa ta'ala kepada manusia, upaya tersebut dilaksanakan tanpa pamrih kecuali semata-mata hanya beribadah kepada Allah Subahanahu wa ta'ala"(Bawani,1993:65).

Terdapat Suatu ayat yang menjadi pedoman kita akan pentingnya Menuntut Ilmu Pendidikan yaitu surat Al-'alaq ayat 1-5 yang artinya: "Bacalah Dengan (menyebut) nama tuhan-mu yang menciptakan. dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dari Tuhan-mulah yang maha mulia. Mengajar (Manusia) dengan perantara kalam. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya."
Surah Al-'alaq ayat 1-5 ini merupakan wahyu pertama yang diturunkan untuk Rasulullah di gua hira. Menurut pendapat saya diturunkannya ayat ini adalah sebagai perintah untuk terus belajar menuntut ilmu dari apa yang tidak kita ketahui. Dari ayat ini kita juga disuruh belajar ilmu sebanyak-banyaknya agar bermanfaat.
Membaca, Memahami, lalu ditulis.

Sebagai Mahasiswa saya memiliki cara untuk Menerapkan Ilmu Pendidikan Agama Islam ini dalam kehidupan sehari-hari. yaitu dengan menjalankan kewajiban sebagai umat muslim dengan taat, berdiskusi dengan teman-teman tentang ilmu agama islam, mengikuti kajian rutin di mesjid-mesjid, dan yang paling penting bagi mahasiswa adalah mengikuti kegiatan belajar mengajar bersama dosen Di kampus.

Sabtu, 19 Oktober 2019

FESTIVAL LITERASI PELUNCURAN BUKU PENULIS KALIMANTAN BARAT


ASSALAMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABAROKATU
selamat datang kembali di blog saya teman teman kali ini saya akan menceritakan pengalaman saya dalam menghadiri kegiatan literasi launching buku penulis kalimantan barat.


Pada hari senin 14 oktober 2019 pada saat makul Bahasa Indonesia kami kelas E diberi tugas  untuk kunjungan literasi di ayani megamall pada tanggal 16-20 oktober 2019. Kami bermusyarah untuk pergi salah satu dari 5 hari tersebut. Kami sekelas pun sepakat untuk pergi di hari pertama pembukaan acara dikarenakan jadwal kuliah yang tidak padat pada hari rabu tersebut. Setelah mata kuliah Bahasa inggris kami pergi serentak pada hari rabu 14 oktober 2019 jam 10:00 wib. Acara dimulai pukul 10:30 dan ternyata acaranya tidak sesuai jadwal acara di pending sampai jam 11:00 baru acara dimulai. Acara dibuka dengan pertunjukan musik Dayak oleh SMA Negeri 10 penampilan musiknya sangat bagus dan kemudian dilanjutkan dengan kata sambutan dari ketua panitia ibu meliana beliau mengatakan acara ini diadakan untuk mengenalkan penulis penulis hebat yang ada di Kalimantan barat serta untuk memotivasi orang orang agar mau untuk menulis. Acara selanjutnya adalah dance dari sma negeri 10 saya tidak terlalu dance tersebut dikarenakan menurut saya terlalu vulgar. Selanjutnya acara selanjutnya adalah vocal solo dari Cindy. Pada saat acara berlangsung pukul 12:00 hujan yang sangat deras turut dating untuk menemani acara yang sedang berlangsung berlangsung. Setelah itu MC memperkenalkan beberapa penulis yang hadir pada acara tersebut serta memperkenalkan buku buku yang mereka tulis diantaranya adalah:
1. Ibu Tuti Eka Dayanti dengan judul buku: Antologi Bumi Langit Arwana.
2. Ibu Ainun Bel dengan judul buku: Pengundi Maut.
3. Ibu Ema Amalia dengan judul buku: Belenggu Harus Baja Renjana.
4. Ibu Eka Damayanti dengan judul buku: Secangkir Kopi Di Pagi Hari.
5. Ibu Dewi Kapita Sari dengan judul buku: Antologi 120 jam.
6. Ibu Eka Pabetai dengan judul buku: Rujak Cinta Ibu Peri.
7. Ibu Eka Yulianti dengan judul buku: Breakly Personality.
8. Ibu Juniarti: Diary Mak Rempong.
9. Ibu Dede Tuti Seminar: Antologi Senja Itu Magrib.

Setelah MC memperkenalkan Penulis dan juga beberapa karya mereka acara dilanjutkan dengan penampilan tari oleh Nova dari SMK 5 Pontianak. Setelah penampilan tarian tersebut MC memanggil beberapa penulis untuk memberikan motivasi untuk kami yang hadir. Beberapa perkataan penulis membuat saya termotivasi beberapa diantaranya adalah “Jika ingin menulis yang baik jadilah pembaca yang baik terlebih dahulu”, “Tulislah apapun yang ingin ditulis apapun itu mau kegiatan atau cerita apapun”, “Dari tulisan yang baik kita dapat memberikan manfaat untuk orang banyak”. Kata kata yang sangat sederhana tapi sangat memotivasi untuk diriku sendiri. Setelah beberapa motivasi dari para penulis acara dilanjutkan dengan pembacaan puisi dan musikalisasi puisi dari SMA Negeri 1 Pontianak. Dan acara terakhir sebelum penutupan adalah Pidato dari adik kecil yang imut bernama Nazwa. Percaya atau tidak Saya sangat kagum dengan adik nazwa dikarenakan di usianya yang dibilang masih sangat kecil dapat berani untuk menghapal pidato serta menyampaikan dengan baik. Nazwa benar benar memotivasi saya saat itu. Setelah acara selesai para penulis membagikan buku bukunya untuk yang hadir. Alhamdulillah dari kelas kami ada beberapa yang mendapatkan buku dari penulis penulis hebat tersebut. Setelah itu kami berfoto bersama dengan para penulis penulis hebat tersebut. Dari acara tersebut saya banyak mendapatkan inspirasi dan memotivasi untuk mencoba menulis. Saya menjadi tertarik untuk memasuki dunia menulis tersebut.
Sekian yang dapat saya ceritakan mengenai kegiatan literasi launching buku tersebut mohon maaf jika terdapat beberapa kesalahan
TERIMA KASIH.
WASSALAMU'ALAIKUM WAROHMATULLAHI WABAROKATU

Selasa, 08 Oktober 2019

RESUME SISTEMATIKA PENULISAN SKRIPSI MAHASISWA PAI/FTIK

PARTISIPASI WALI SANTRI DALAM PENGEMBANGAN PONDOK
PESANTREN DARUT TAUHID MEKAR SARI KABUPATEN KUBU RAYA
TAHUN PELAJARAN 2017/2018

SKRIPSI

OLEH



    IRMAS    
1101110360


JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI)
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN (FTIK)
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PONTIANAK (IAIN)
PONTIANAK
2019 M/1440 H



MOTTO

"Dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka). Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang orang yang berbuat kerusakan"


ABSTRAK

    Penelitian ini merupakan upaya untuk membahas tiga permasalahan yaitu: 1) bentuk partisipasi wali santri pengembangan Pondok Pesantren Darut Tauhid di desa Mekar Sari Kabupaten Kubu Raya. 2) Pelaksanaan partisipasi wali santri pengembangan pondok pesantren Darut Tauhid di desa Mekar Sari Kabupaten Kubu Raya. 3) Kendala partisipasi wali santri dalam pengembangan Pondok Pesantren Darut Tauhid di Desa Mekar Sari Kabupaten Kubu Raya.


DAFTAR ISI

ABSTRAK
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL
DAFTAR GAMBAR
DAFTAR LAMPIRAN
BAB I PENDAHULUAN
BAB II KAJIAN TEORI
BAB III METODE PENELITIAN
BAB IV PAPARAN DATA, TEMUAN PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB V PENUTUP
DAFTAR PUSTAKA


BAB BAB

BAB I PENDAHULUAN
BAB II KAJIAN TEORI
BAB III METODE PENELITIAN
BAB IV PAPARAN DATA, TEMUAN PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB V PENUTUP


SUB BAB

A. LATAR BELAKANG
A. PENELITIAN TERDAHULU
A. PENDEKATAN
A. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN
A. KESIMPULAN


2. 10 TEORI

a. Isbandi (2007:27) Pengertian partisipasi adalah keikutsertaan masyarakat dalam proses pengidentifikasi masalah dan potensi yang ada di masyarakat, pemilihan, dan pengambilan keputusan tentang alternatif solusi untuk menangani masalah, pelaksanaan upaya mengatasi masalah, dan keterlibatan wali santri dalam proses pengevaluasi perubahan yang terjadi

b. Menurut Dussel Derp (Khairawati, 2001:22) Partisipasi adalah kegiatan atau keadaan mengambil bagian dalam suatu aktivitas untuk mencapai suatu kemanfaatan secara optimal

c. Menurut Santoso Sastropoetra (Moh. Haitami Salim (2002:17) bahwa "Partisipasi merupakan keterlibatan seorang atau sebuah komunitas tertentu baik secara fisik (material/tindakan), mental(pikiran) maupun emosional untuk mencapai sebuah tujuan kelompok dengan berbagai tanggung jawab antara satu dengan yang lainnya".

d. Abu Ahmadi (1991:108) memberikan pengertian keluarga sebagai wadah yang sangat penting, diantara dan grup merupakan kelompok sosial yang pertama dimana anak-anak menjadi anggota.

e.Hasbullah (1996:87) Peran keluarga merupakan suatu kesatuan hidup (Sistem sosial).

f. Harun Rasyid (2000:25) kendala yang sering menjadi tantangan dalam meningkatkan partisipasi masyarakat di antaranya adalah faktor sosial ekonomi, sosial geografis, tantangan masyarakat untuk menyekolahkan anaknya masih rendah dan tingkat kesadaran masyarakat juga kurang.

g. Hasan Basri (2010:22) Di Indonesia Pesantren merupakan lembaga pendidikan yang telah dikenal sejak jaman colonial.

h. Drs. HM. Djumransjah (2007:84) mengatakan sebagai mana telah kita maklumi tugas keluarga dalam mendidik anaknya terasa berat dan karenanya harus dibantu oleh sekolah.

i. H. Fuad Iksan (2003:20) Pembangunan tidak mungkin berhasil tanpa didukung oleh tersedianya tenaga kerja yang memadai sebagai produk pendidikan. Karena itu sekolah perlu dirancang dan dikelola dengan baik.

j. Wiratna Sujarwati dalam bukunya Metode Penelitian (2014:19) menjelaskan bahwa penelitian kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa ucapan atau tulisan dan perilaku orang-orang dan perilaku yang diamati.


3. 10 DAFTAR PUSTAKA

a. Isbandi Rukminta Adi.2007. Perencanaan Partisipatoris Berbasis Aset Komunitas dan Pemikiran menuju Penerapan. Depok:FISIP UI PRESS

b. Khairawati.2001. Partisipasi masyarakat (orang tua) Terhadap Penyelenggaraan Pendidikan Dasar Tingkat SLTP Pada Pesantren di Kalbar, Tesis, Universitas Negeri Yogyakarta

c. Moh. Haitami Salim DKK.2002.Partisipasi Masyarakat terhadap Sekolah Swasta, Laporan Penelitian Kelompok. STAIN Pontianak

d. Abu Ahmadi.1991.Sosiologi Pendidikan.Jakarta: Rineka Cipta

e. Hasbullah.1996. Kapita Selekta Pendidikan Islam di Indonesia, Jakarta: Kaja Gratindo Persada

f. Harun Rasyid. Metode Penelitian Kualitatif Bidang Ilmu Sosial dan Agama, Pontianak: STAIN Pontianak

g. Hasan Basri DKK.2010. Ilmu Pendidikan Islam II, Bandung:Pustaka Setia

h. Drs.HM. Djumransjah, M.Ed,DKK.2007, Pendidikan Islam "Menggali Tradisi Meneguhkan Eksistensi", Malang: UIN Malang Press

i. H.Fuad Iktisan.2003. Dasar-Dasar Kependidikan, Jakarta:Rineka Cipta

j. V. Wiratna Sujarwati.2014. Metodologi Penelitian.Yogyakarta:Pustaka Baru Press


Lampiran Foto Tanda Tangan dan Cap Pengurus Perpustakaan: