Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh
Bagaimana
kabarnya teman-teman pembaca sekalian? semoga tetap dalam keadaan sehat yaa.
Pada
Postinyan sebelumnya saya telah membuat laporan bacaan dari beberala sumber
yang saya dapat dari internet. Sebelumnya saya sudah membahas tentang Kultur
Sekolah dan juga Manajemen Sekolah banyak yang telah dibahas dari kedua hal
tersebut. Bagi teman-teman yang belum membaca kedua postingan tersebut saya
sarankan teman teman untuk membaca kedua postingan tersebut. Insya Allah bisa
menambah wawasan teman-teman sekalian.
Nah
pada postingan kali ini Saya akan kembali membuat laporan bacaan dengan judul
yang berbeda yaitu Manajemen Kelas. Seperti biasa saya tidak akan menjelaskan
secara detail karena saya hanya menyampaikan/menuliskan apa yang dapat saya
pahami terkait dengan materi tersebut dari beberapa sumber bacaan yang telah
saya temukan di internet. Hal pertama yang perlu saya bahas Adalah Pengertian
Manajemen Kelas itu sendiri.
Pengertian
Manajemen
Sebenarnya
istilah manajemen bagi kita sudah tidak asing lagi untuk kita dengar sekarang.
Walaupun demikian tidak ada salahnya istilah manajemen ini kita ungkapkan
kembali supaya dapat paham dan menerapkan manajemen itu sendiri terutama dalam
bidang pendidikan, khususnya dengan masalah kelas dalam pembelajaran. Untuk
memperjelas pengertian manajemen itu sendiri, berikut saya kutip beberapa
pendapat para ahli:
Ordway
Tead yang dikutip Sarwoto “management is the process and agency which direct
and guides the operations of an organizatioin in the realizing of established
aims”. (Manajemen adalah proses dan perangkat yang mengarahkan serta membimbing
kegiatan-kegiatan suatu organisasi dalam mencapai tujuan yang telah
ditetapkan).
Lawrence
A. Appley yang dikutip Ibnu Syamsi “manajemen merupakan keahlian untuk
menggerakan orang supaya dapat melakukan pekerjaan dalam rangka tercapainya
tujuan”.
Soekarno
berpendapat “manajemen adalah suatu proses/kegiatan/usaha pencapaian tujuan
tertentu melalui kerjasama dengan orang-orang lain”.
Dari
beberapa pengertian manajemen secara definisi di atas, dapat saya tarik
kesimpulannya, bahwa manajemen adalah suatu usaha untuk menggerakkan
orang-orang supaya dapat melakukan kegiatan secara bersama dalam rangka
mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan. Secara etimologis istilah
manajemen berasal dari perkataan Bahasa Inggris, yaitu “management” artinya,
pimpinan atau pengurus. Istilah ini diterjemahkan ke dalam perkataan Bahasa
Indonesia menjadi “manajemen” dengan arti pengelolaan, yaitu penyelenggaraan
.
Pengertian
Kelas
Tidak
beda halnya dengan istilah manajemen tadi, bahwa kita sudah mengenalinya,
apalagi dengan istilah kelas dalam pembelajaran kita sudah akrab menyebutnya
setiap hari dari kecil hingga sekarang. Tetapi, untuk memperoleh kesamaan dalam
satu persepsi alangkah baiknya terlebih dahulu perlu kita ketahui pengertian
kelas yang sebenarnya dalam pembelajaran.
Dalam
Kamus Besar Bahasa Indonesia (1995) yang dikutip Sudarwan Danim “kelas
didefinisikan sebagai ruang tempat belajar di sekolah”. Hornby dalam Oxford
Advanced Leaner’s Dictionary (1986) mendefinisikan kelas sebagai group of
students taught together, atau location when this group meets tobe taught. Jadi
dalam hal ini, kelas merupakan sekelompok siswa yang diajar bersama, atau suatu
lokasi ketika sekelompok siswa sedang menjalani proses pembelajaran pada
tempat, waktu yang sama.
Pengertian
kelas menurut Oemar Hamalik yang dikutip Suwardi “sekelompok orang yang
melakukan kegiatan belajar bersama yang mendapat pengajaran dari guru”.
Sedangkan menurut Suharsimi “kelas berarti sekelompok siswa dalam waktu yang
sama menerima pelajaran dari guru yang sama”. Dari beberapa pengertian kelas
dari beberapa ahli ini, saya menarik kesimpulan bahwa kelas diartikan pada
sekelompok orang atau siswa yang sedang mengikuti proses pembelajaran di suatu
tempat tertentu.
Pengertian
Manajemen Kelas
Setelah
saya membahas pengertian kedua istilah di atas antara manajemen dan kelas.
Selanjutnya saya akan membahas apa yang dimaksud dengan pengertian manajemen
kelas. Bila kita merujuk pada istilah pengertian manajemen dalam Bahasa
Indonesia, yaitu pengelolaan yang artinya penyelenggaraan. Maka, manajemen
kelas adalah suatu bentuk penyelenggaraan proses belajar siswa, atau suatu
bentuk usaha guru dalam menciptakan kondisi belajar siswa yang kondusif dan
memeliharanya bila terjadi suatu kendala ke arah tujuan pembelajaran yang lebih
efektif.
Menurut
Sudarwan Danim “manajemen kelas adalah seni atau praksis (praktek dan strategi)
kerja, yaitu guru bekerja secara individu, dengan atau melalui orang lain
(bekerja sejawat atau siswa sendiri) untuk mengoptimalkan sumber daya kelas
bagi penciptaan proses pembelajaran yang efektif dan efisien”. Sedangkan
menurut Moh. Uzer Usman “manajemen kelas adalah pengelolaan kelas, yaitu
keterampilan guru untuk menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal
dan mengembalikannya bila terjadi gangguan dalam proses belajar mengajar”.
Secara sederhana saya menarik kesimpilan bahwa manajemen kelas adalah
pengaturan kondisi-kondisi belajar siswa di kelas yang kondusif dalam mencapai
tujuan yang telah ditetapkan.
Tujuan Manajemen Kelas
Tujuan
pengelolaan kelas atau manajemen kelas pada hakikatnya telah terkandung dalam
tujuan pendidikan. Secara umum dapat saya simpulkan tujuan manajemen kelas
adalah sebagai wadah dalam menyediakan fasilitas bagi bermacam-macam kegiatan
belajar siswa atau peserta didik dalam lingkungan sosial, emosional, dan
intelektual didalam kelas. Fasilitas yang disediakan itu memungkinkan siswa
atau peserta didik untuk terus belajar dan bekerja, terciptanya suasana sosial
yang memberikan kepuasan, suasana disiplin, perkembangan intelektual, emosional
dan sikap serta apresiasi pada siswa (Djamarah dan Zain, 2010:178).
Tujuan
manajemen kelas adalah sebagai berikut :
a).
Agar pengajaran atau pembelajaran di kelas dapat dilakukan secara maksimal,
sehingga tujuan pengajaran atau pembelajaran di kelas dapat dicapai secara
efektif dan efisien.
b).
Untuk memberi kemudahan dalam usaha memantau kemajuan siswa dalam
pembelajarannya di kelas. Dengan Manajemen Kelas, guru mudah untuk melihat dan
mengamati setiap kemajuan/ perkembangan yang dicapai siswa, terutama siswa yang
tergolong lamban dalam memahami sesuatu pembelajaran.
c).
Untuk memberi kemudahan dalam memecahkan masalah-masalah penting untuk
dibicarakan dikelas demi perbaikan pengajaran pada masa mendatang.
Sedangkan
menurut Mudasir (2011:20), tujuan manajemen kelas atau pengelolaan adalah
sebagai berikut:
a).
Mewujudkan situasi dan kondisi kelas, baik sebagai lingkungan belajar maupun
sebagai kelompok belajar.
b).
Menghilangkan berbagai hambatan belajar yang dapat menghalangi terwujudnya
kegiatan belajar.
c).
Menyediakan dan mengatur fasilitas serta perabot belajar yang mendukung dan
memungkinkan siswa belajar sesuai dengan lingkungan sosial, emosional, dan
intelektual siswa di kelas.
d).
Membina dan membimbing sesuai dengan latar belakang sosial, ekonomi dan budaya
serta sifat individual.
Prinsip-Prinsip
Manajemen kelas
Dalam
manajemen kelas terdapat beberapa prinsip yang harus diperhatikan sebagai
prasyarat menciptakan satu model pembelajaran yang efektif dan efisien, yaitu
1.
Prinsip Kesiapan (Readiness)
prinsip
Kesiapan belajar ialah kematangan dan pertumbuhan fisik, psikis, inteligensi,
latar belakang pengalaman, hasil belajar yang baku, motivasi, persepsi dan
faktor-faktor lain yang memungkinkan seseorang dapat belajar. jadi pada prinsip
ini Guru harus membuat peserta didik
dapat siap akan beberapa faktor yang menjadi pemicu akan kesiapan dari peserta
didik itu sendiri dalam mengikuti pembelajaran di kelas.
2.
Prinsip Motivasi (Motivation)
Motivasi
adalah tenaga pendorong atau penarik yang menyebabkan adanya tingkah laku ke
arah suatu tujuan tertentu. Adanya motivasi pada peserta didik membuat peserta
didik tersebut akan bersungguh-sungguh menunjukkan minat, perhatian, dan rasa
ingin tahu yang kuat untuk ikut serta dalam kegiatan belajar di kelas. Nah
dalam prinsip ini guru di tekankan untuk memberikan motivasi atau arahan kepada
peserta didik dengan tujuan agar peserta didik tersebut dapat bersungguh
sungguh dan menumbuhkan aspek aspek yang mendukung ia dalam mengikuti kegiatan belajar
di kelas.
3.
Prinsip Perhatian
Perhatian
merupakan suatu strategi kognitif yang mencakup empat keterampilan yaitu
berorientasi pada suatu masalah, meninjau sepintas isi masalah, memusatkan diri
pada aspek-aspek yang relevan dan mengabaikan stimuli yang tidak relevan. Dalam
proses pembelajaran perhatian merupakan faktor yang besar pengaruhnya. Jadi
pada prinsip ini guru harus memperhatikan Peserta didik untuk memehami mereka
agar mudah menentukan metode pembelajaran seperti apa yang akan digunakan dalam
kegiatan pembelajaran di kelas.
4.
Prinsip Persepsi
Prinsip
umum yang perlu diperhatikan dalam menggunakan persepsi adalah (a) makin baik
persepsi mengenai sesuatu makin mudah peserta didik belajar mengingat sesuatu
tersebut. (b) dalam pembelajaran perlu dihindari persepsi yang salah karena hal
ini akan memberikan pengertian yang salah pula pada peserta didik tentang apa
yang dipelajari (c) dalam pembelajaran perlu diupayakan berbagai sumber belajar
yang dapat mendekati hal yang sesungguhnya sehingga peserta didik memperoleh
persepsi yang lebih akurat. Pada prinsip ini pada intinya guru harus
mengarahkan dan juga membimbing peserta didik untuk mengambarkan membuat mereka
membuat pandangan mereka sendiri terkait suatu hal yang mereka pelajari dengan
cara yang tepat untuk memudajkan peserta didik dalam memahami suatu hal dengan
gambaran atau pandanhan yang ada di dalam pikiran mereka. Tentu saja Guru harus
mengarahkan agar pandangan atau gambaran mereka itu tidak salah dalam sumber
yang salah.
5.
Prinsip Retensi
Retensi
adalah apa yang tertinggal dan dapat diingat kembali setelah seseorang
mempelajari sesuatu. Dengan retensi membuat apa yang dipelajari dapat bertahan
atau tertinggal lebih lama dalam struktur kognitif dan dapat diingat kembali
jika diperlukan. Karena itu, retensi sangat menentukan hasil yang diperoleh
peserta didik dalam proses pembelajaran. Jadi prinsip ini guru harus sedikit
mengulang pembelajaran yang sudah lalu dengan tujuan agar peserta didik dapat
mengingat lagi beberapa materi lalu yang telah di sampaikan.
6.
Prinsip Transfer
Transfer
merupakan suatu proses dimana sesuatu yang pernah dipelajari dapat memengaruhi
proses dalam mempelajari sesuatu yang baru. Dengan demikian, transfer berarti
pengaitan pengetahuan yang sudah dipelajari dengan pengetahuan yang baru
dipelajari. Pengetahuan atau keterampilan yang diajarkan di sekolah selalu
diasumsikan atau diharapkan dapat dipakai untuk memecahkan masalah yang dialami
dalam kehidupan peserta didik nanti atau dalam pekerjaan yang akan dihadapi nanti.
Masalah
-Masalah Dalam Manajemen Kelas
Seorang
guru dalam kegiatan pembelajaran pasti akan menghadapi kasus-kasus dalam
kelasnya. Kasus-kasus yang dijumpai guru dalam manajemen kelas antara lain
seperti:
1).
Tingkat penguasaan materi oleh peserta fidok di dalam kelas. contohnha, materi
pelajaran yang diberikan kepada peserta didiknitu terlalu tinggi atau sulit,
sehingga itu membuat peserta didik tidak bisa mengikuti pembelajaran secara
efektif dan efisien, maka di sini diperlukan penyesuaian agar peserta didik
dapat mengikuti kegiatan belajar dengan baik. Apabila tidak diadakan
penyesuaian, peserta didik tidak akan serius dalam belaajr dan akan selalu
menimbulkan masalah.
2).
Fasilitas yang diperlukan. contohnya, kurangnya alat, media, bahan, tempat,
biaya, dan lain-lain yang mendukung kegiatan pembelajaran sehingga membuat
peserta didik sulit memahami atau tidak bersemangat dalam mengikuti
pembelajaran di kelas.
3).
Kondisi peserta didik. contohnya, siswa yang kelihatan sudah lesu dan tidak bergairah
dalam menerima pelajaran, hal ini dapat mempengaruhi situasi pembelajaran yang
kurang baik di dalam kelas.
4).
Teknik mengajar guru. contohnya, dalam memberikan pengajaran kurang
meningkatkan suasana kelas dan membosankan terlihat monoton.
Aspek
Manajemen Kelas
Adapun
aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam manajemen kelas adalah sifat
kelas, pendorong kekuatan kelas, situasi kelas, tindakan selektif, dan kreatif
(Johnson dan Bany, 1970). Kegiatan-kegiatan yang perlu dilaksanakan dalam
manajemen kelas sebagai aspek-aspek manajemen kelas, seperti tertuang dalam
Dirjen Dikdasmen (2000) adalah:
1).
mengecek kehadiran siswa;
2).
mengumpulkan hasil pekerjaan siswa, memeriksa, dan menilai hasil pekerjaan
tersebut;
3).
pendistribusian bahan dan alat;
4).
mengumpulkan informasi siswa, mencatat data pemeliharaan arsip;
5).
menyampaikan materi pelajaran; dan
6).
memberikan tugas.
Nah
itulah yang dapat saya sampaikan terkait apa yang dapat saya pahami mengenai
manajemen kelas. Mungkin tidak dapat saya sampaikan secara detail dikarenakan
kurangnya pengetahuan saya dalam memahami. jadi apa yang saya tulis disini
hanya apa yang saya pahami terkait manajemen kelas yang saya dapat dari
beberapa sumber bacaan yang dapat teman-teman temukan di internet.
Saya
mohon maaf jika ada salah kata atau salah penyampaian dalam postingan ini.
Teman-teman dapat mengoreksinya di kolom komentar, Terima kasih telah membaca
saya akhiri dengan,
Wassalamu'alaikum
Warahmatullahi Wabarokatuh.


