Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarokatuh,
Baiklah kawan kawan apa
kabarnya? Terima kasih telah kembali mengunjungi Blog pribadi saya pada hari
ini. Pada kali ini saya memposting tulisan ini merupakan sebuah tugas Dari Mata
Kuliah Magang 1. Dimana Pada tugas kali ini merupakan Laporan bacaan dari apa
yang saya baca selama sepekan. Pada Kali ini saya akan membahas tentang
Manajemen Sekolah. Disini saya akan menyampaikan segala sesuatu yang dapat saya
pahami tentang manajemen dari apa yang saya baca dari berbagai sumber, jadi
mohon maaf apabila ada hal penting yang tidak dapat saya bahas tentang
manajemen sekolah. Hal tersebut mungkin saja hanya ketidaktauan saya, jadi saya
harap dapat dimaklumi. Baiklah langsung saja ke pembahasan tentang manajemen sekolah.
Pengertian Manajemen
Sekolah
Sebelum kita membahas
tentang manajemen sekolah kita harus tau terlebih dahulu Pengertian dari
Manajemen Sekolah itu sendiri. Apa sih manajemen sekolah itu? pernahkan
teman-teman pembaca sekalian membaca atau mendengar apa itu manajemen sekolah?
Dari hasil bacaan saya ada beberapa pengertian umum tentang manajemen yang
disampaikan oleh beberapa ahli. Dari Kathryn . M.Bartol dan David C. Martin
yang dikutip oleh A.M. Kadarman SJ dan Jusuf Udaya (1995) memberikan pengertian
bahwa :
“Manajemen adalah proses
untuk mencapai tujuan – tujuan organisasi dengan melakukan kegiatan dari empat
fungsi utama yaitu merencanakan (planning), mengorganisasi (organizing),
memimpin (leading), dan mengendalikan (controlling). Dengan demikian, manajemen
adalah sebuah kegiatan yang berkesinambungan”. Sedangkan dari Stoner
sebagaimana dikutip m oleh T. Hani Handoko (1995) mengemukakan bahwa : “Manajemen
adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan
usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya-sumber daya
organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan”.
sedangkan Secara khusus
dalam konteks manajemen sekolah, Djam’an Satori (1980) memberikan pengertian
manajemen pendidikan dengan menggunakan istilah administrasi pendidikan yang
diartikan sebagai “keseluruhan proses kerjasama dengan memanfaatkan semua
sumber personil dan materil yang tersedia dan sesuai untuk mencapai tujuan
pendidikan yang telah ditetapkan secara efektif dan
efisien”. Sementara itu,
Hadari Nawawi (1992) mengemukakan bahwa “administrasi pendidikan sebagai
rangkaian kegiatan atau keseluruhan proses pengendalian usaha kerjasama
sejumlah orang untuk mencapai tujuan pendidikan secara sistematis yang
diselenggarakan di lingkungan tertentu terutama berupa lembaga pendidikan
formal”.
Meski ditemukannya banyak
sekali pengertian manajemen atau administrasi yang beragam dari apa yang saya
baca, baik yang bersifat umum maupun khusus tentang kependidikan, namun saya dapat
tarik benang merah atau kesimpulan tentang pengertian manajemen
sekolah tersebut, yaitu :
Manajemen
Sekolah merupakan suatu kegiatan yang dilakukan secara efektif dan juga
efisien untuk meningkatkan kinerja sekolah dalam pencapaian tujuan
pendidikan, yang mana hasilnya bisa kita lihat dari beberapa faktor sebagai
indikator keberhasilan dari kinerja yang berhasil dicapai oleh sekolah. Jadi
secara singkatnya itu Manajemen Sekolah merupakan sebuah upaya atau usaha yang
dilakukan bersama-sama demi mencapai tujuan pendidikan belajar-mengajad di
sekolah yang optimal.
Fungsi Manajemen Sekolah
Setelah kita membahas
tentang manajemen sekolah kali ini kita akan membahas dari fungsi dari
manajemen sekolah tersebut. Dari berbagai sumber bacaan yang saya baca secara
inti fungsi manajemen sekolah itu ada 4 yaitu:
1. Planing atau Perencanaan
merupakan kegiatan untuk menetapkan tujuan yang ingin dicapat serta cara cara
mencapai tujuan tersebut. dari namanya paling atau rencana itu bertujuan untuk
memberikan arah atau kejelasan dari setiap kegiatan sehingga kegiatan yang
sudah memiliki perencanaan akan berjalan dan dilaksanakan dengan efektif dan
juga efisien. Selain itu dengan adanya Planing atau rencana ini biasanya kita
juga dapat beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan-perubahan lingkungan
yang terjadi. sebagai contoh di situasi pandemi covid seperti ini, pihak
sekolah harus berupaya membuat planing atau rencana untuk memberikan
pembelajaran yang baik entah itu lewat daring ataupun tatap muka. Pihak sekolah
harus memikirkan strategi apa saja yang dilakukan dalam kondisi seperti ini.
pihak sekolah tentu saja harus memberikan suatu rencana yang terbaik demi
memajukan pendidkkan walaupun dalam kondisi pandemi seperi ini. Hal tersebut
tidak lain tidak bukan sebagai upaya kita untuk terus beradaptasi dengan
perkembangan lingkungan entah itu perkembangan dari situasi lingkunhan,
perkembangan teknologi dan segala macamnya.
2. Pengeorganisasian
(Organizing)
Pengeorganisasian ini
merupakan upaya atau segala usaha untuk melengkapi rencana-rencana yang telah
dibuat. dalam artian ini pengeorganisasian itu lanjutan dari planing yaitu
setelah planing harus menentukan atau memperjelas dari planing atau rencana itu
sendiri seperti siapa yang kn mengerjakan rencana tersebut, kapan dilaksanakannya.
apa target dari pelaksanaan rencan tersebut dan lain lainnya.
dari yang saya baca dapat
saya pahami pengeorganisasi tersebut ada 3 langkah dari proses
pengoorganisasian tersebut yaitu: 1) pembahasan lengkap terkait apa saja yang
harus direncanakan dari rencana tersebut. 2) pembagian tugas yang sesuai dengan
rencana tersebut. 3) Mengembangkan suatu mekanisme dari rencana tersebut agar
dapat mengkoordinir Pekerjaan dari menjadi suatu kesatuan yang terpadu dan
harmonis.
3. Pelaksanaan (Actuating)
Pelaksanaan merupakan
segala upaya atau usaha yang dilakukan untuk membuat semua rencana-rencana yang
dibuat dan disusun sebelumnya dapat terlaksana atau menjadi kenyataan, dengan
berbagai arahan agar dapat dilaksanakan secara optimal sesuai dengan peran,
tugas dan tanggung jawabnya. Dari kesuluruhan Fungsi proses dari manajemen
sekolah pelaksanaan merupakan fungsi yang paling utama. kalau sebelumnya kita
membahas tentang planing dan pengeorganisasian kedua hal tersebut itu ibaratkan
hanya asumsi atau teori saja dan untuk membuktikan asumsi dan teori tersebut
maka diperlukan praktek secara langsung yaitu pelaksanaan itu tadi.
4. Pengawasan (Controling)
pengawasan merupakan suatu
upaya atau usaha yang berusaha
untuk mengendalikan agar
pelaksanaan dapat berjalan sesuai dengan rencana dan memastikan apakah tujuan
organisasi tercapai. Apabila terjadi penyimpangan di mana letak penyimpangan
itu dan bagaimana pula tindakan yang diperlukan untuk mengatasinya. Jadi
pengawasan ini sebagai fungsi lanjutan ketika semua hal telah dapat
dilaksanakan baik itu rencana, pengeorganisasian dan juga pelaksanaan maka hal
terakhir yang diperlukan adalah pengawasan. Hal ini bertujuan agar dapat
memastikan apakah pelaksanaan tersebut sesuai dengan rencana atau tidak. Dalam
pengawasan ini kita juga bisa mencari solusi apabila pelaksanaan tidak sesuai
dengan rencana.
Nah dari keempat fungsi
tersebut dapat saya simpulkan bahwa semua itu saling berhubungan satu sama
lain. keempat fungsi tersebut menghasilkan apa yang disebut sebagai manajemen.
Saya berasumsi proses dari manajemen sekolah ini adalah proses interaksi antara
fungsi dari manajemen itu sendiri.
jadi dapat saya ambil
poinnya adalah setiap kegiatan pendidikan di sekolah harus memiliki perencanaan
yang jelas dan juga realisitis, pengorganisasian yang efektif dan efisien,
pengerahan dan pemotivasian seluruh personil sekolah untuk selalu dapat
meningkatkan kualitas kinerjanya, dan pengawasan secara berkelanjutan.
Bidang kegiatan pendidikan
Lanjut ke pembahasan
selanjutnya yaitu tentang Bidang Kegiatan Pendidikan. Dari berbagai sumber
bacaan yang sudah saya baca. saya memahami bahwa bidang-bidang kegiatan
pendidikan di sekolah itu mencakup 5 poin utama yaitu:
1. Manajemen kurikulum
merupakan subtansi manajemen yang utama di sekolah. saya memahami Prinsip dasar
manajemen kurikulum ini adalah berusaha agar proses pembelajaran dapat berjalan
dengan baik sesuai rencana, dengan tolak ukur pencapaian tujuan oleh siswa
yaitu mencerdasakan siswa tersebut dan dapat berguna bagi masyarakat sekitsr
dan mendorong guru untuk menyusun dan terus menerus menyempurnakan dari
strategi pembelajarannya di kelas.
2. Manajemen Kesiswaan saya
memahami ada 4 prinsip dasar yaitu a) dalam pembelajaran siswa harus
diperlakukan sebagai subyek dan bukan obyek, sehingga harus didorong untuk
berperan serta dalam setiap perencanaan dan pengambilan keputusan yang terkait
dengan kegiatan mereka; (b) kondisi siswa itu sangat beragam, ditinjau dari
kondisi fisik, kemampuan intelektual, sosial ekonomi, minat dan seterusnya.
Oleh karena itu diperlukan beberapa kegiatan yang beragam contohnya
ekstrakurikulee, sehingga setiap siswa memiliki wahana untuk berkembang secara
optimal sesuai dengan yang diminatinya (c) siswa itu hanya termotivasi belajar
jika mereka menyenangi apa yang diajarkan dan (d) pengembangan potensi siswa
tidak hanya menyangkut ranah kognitif, tetapi juga ranah afektif, dan
psikomotor.
3. manajemen personalia
juga memiliki 4 prinsip dasar yaitu: (a) dalam mengembangkan sekolah, sumber
daya manusia adalah komponen paling berharga maksudnya adalah memanfaatkan apa
saja yang ada; (b) sumber daya manusia akan berperan secara optimal jika dikelola
dengan baik, sehingga mendukung tujuan institusional; (c) kultur/budaya dan
suasana di sekolah, serta perilaku
manajemen sekolah sangat berpengaruh terhadap pencapaian tujuan pengembangan
sekolah; dan (d) manajemen personalia di sekolah pada prinsipnya mengupayakan
agar setiap warga sekolah itu dapat bekerja sama dan saling mendukung untuk
mencapai tujuan sekolah.
4. Manajemen Keuangan pada
intinya manajemen keungan ini adalah pencapaian efisiensi dan efektifitas.
selain mengutamakan ketersedian dana dalam memadai setiap kegiatan sekolah
perlu juga dilakukan pemantauan dari pengeluaran dana tersebut entah itu dari
pemerintah, masyarakat ataupun lainnya. Hal ini bertujuan agar setiap dana yang
masuk dan juga keluar dapat di manajemen atau dikelola dengan baik sehingga
tidak ada dana yang keluar secara percuma atau sia-sia.
5. Manajemen Perawatan
Preventif sarana dan prasarana sekolah. Pada intinya melakukan perawatan secara
periode tertentu dari fasilitas sekolah seperti bangunan, gedung, dan peralatan
sekolah lainnya. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja, memperpanjang
usia pakai, menurunkan biaya perbaikan karena sudah diketahui permasalahannya
sejak awal dan menetapkan biaya perawatan sarana dan prasarana di sekolah dan
yang paling penting menumbuhkan kesadaran antar sesama warga sekolah tentang
betapa pentingnya merawat sarana dan prasarana sekolah. dalam pelaksanaannya
dilakukan : pengarahan kepada tim pelaksana, mengupayakan pemantauan bulanan ke
lokasi tempat sarana dan prasarana, menyebarluaskan informasi tentang program
perawatan preventif untuk seluruh warga sekolah, dan membuat program lomba
perawatan terhadap sarana dan fasilitas sekolah untuk memotivasi warga sekolah.
Baiklah itulah sedikit
pembahasan singkat tentang manajemen sekokah yang dapat saya pahami dari
berbagai sumber bacaan yang telah saya baca. Masih banyak pembahasan lain mengenai
manajemen pembahasan yang belum saya bahas karena keterbatasan ilmu dan
pemahaman saya pribadi. saya harap apa yang saya tulis di blog ini dapat
memberikan wawasan dan pengetahuan baru mengenai manajemen sekolah kepada teman
teman pembaca sekalian. Mohon maaf jika ada salah-salah kata dalam tulisan kali
ini. Terima kasih telah meluangkan waktunya untuk membac tulisan ini saya
akhiri dengan,
Wassalamualaikum
Warahmatullahi Wabarokatuh
Referensi
Sudrajat, Akhmad. MANAJEMEN SEKOLAH: Pengertian, Fungsi dan Bidang Manajemen (http://blog.umy.ac.id/syrama/files/2012/11/manajemen-sekolah.pdf)
https://www.gurupendidikan.co.id/manajemen-pendidikan/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar