Minggu, 18 April 2021

Tugas 2 Laporan Bacaan (Magang 1) Manajemen Sekolah

 Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarokatuh,

Baiklah kawan kawan apa kabarnya? Terima kasih telah kembali mengunjungi Blog pribadi saya pada hari ini. Pada kali ini saya memposting tulisan ini merupakan sebuah tugas Dari Mata Kuliah Magang 1. Dimana Pada tugas kali ini merupakan Laporan bacaan dari apa yang saya baca selama sepekan. Pada Kali ini saya akan membahas tentang Manajemen Sekolah. Disini saya akan menyampaikan segala sesuatu yang dapat saya pahami tentang manajemen dari apa yang saya baca dari berbagai sumber, jadi mohon maaf apabila ada hal penting yang tidak dapat saya bahas tentang manajemen sekolah. Hal tersebut mungkin saja hanya ketidaktauan saya, jadi saya harap dapat dimaklumi. Baiklah langsung saja ke pembahasan tentang manajemen sekolah.

 

Pengertian Manajemen Sekolah

Sebelum kita membahas tentang manajemen sekolah kita harus tau terlebih dahulu Pengertian dari Manajemen Sekolah itu sendiri. Apa sih manajemen sekolah itu? pernahkan teman-teman pembaca sekalian membaca atau mendengar apa itu manajemen sekolah? Dari hasil bacaan saya ada beberapa pengertian umum tentang manajemen yang disampaikan oleh beberapa ahli. Dari Kathryn . M.Bartol dan David C. Martin yang dikutip oleh A.M. Kadarman SJ dan Jusuf Udaya (1995) memberikan pengertian bahwa :

“Manajemen adalah proses untuk mencapai tujuan – tujuan organisasi dengan melakukan kegiatan dari empat fungsi utama yaitu merencanakan (planning), mengorganisasi (organizing), memimpin (leading), dan mengendalikan (controlling). Dengan demikian, manajemen adalah sebuah kegiatan yang berkesinambungan”. Sedangkan dari Stoner sebagaimana dikutip m oleh T. Hani Handoko (1995) mengemukakan bahwa : “Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya-sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan”.

sedangkan Secara khusus dalam konteks manajemen sekolah, Djam’an Satori (1980) memberikan pengertian manajemen pendidikan dengan menggunakan istilah administrasi pendidikan yang diartikan sebagai “keseluruhan proses kerjasama dengan memanfaatkan semua sumber personil dan materil yang tersedia dan sesuai untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan secara efektif dan

efisien”. Sementara itu, Hadari Nawawi (1992) mengemukakan bahwa “administrasi pendidikan sebagai rangkaian kegiatan atau keseluruhan proses pengendalian usaha kerjasama sejumlah orang untuk mencapai tujuan pendidikan secara sistematis yang diselenggarakan di lingkungan tertentu terutama berupa lembaga pendidikan formal”.

Meski ditemukannya banyak sekali pengertian manajemen atau administrasi yang beragam dari apa yang saya baca, baik yang bersifat umum maupun khusus tentang kependidikan, namun saya dapat tarik benang merah atau kesimpulan tentang pengertian manajemen

sekolah tersebut, yaitu :

Manajemen Sekolah merupakan suatu kegiatan yang dilakukan secara efektif dan juga efisien untuk meningkatkan kinerja sekolah dalam pencapaian tujuan pendidikan, yang mana hasilnya bisa kita lihat dari beberapa faktor sebagai indikator keberhasilan dari kinerja yang berhasil dicapai oleh sekolah. Jadi secara singkatnya itu Manajemen Sekolah merupakan sebuah upaya atau usaha yang dilakukan bersama-sama demi mencapai tujuan pendidikan belajar-mengajad di sekolah yang optimal.

 

Fungsi Manajemen Sekolah

Setelah kita membahas tentang manajemen sekolah kali ini kita akan membahas dari fungsi dari manajemen sekolah tersebut. Dari berbagai sumber bacaan yang saya baca secara inti fungsi manajemen sekolah itu ada 4 yaitu:

1. Planing atau Perencanaan merupakan kegiatan untuk menetapkan tujuan yang ingin dicapat serta cara cara mencapai tujuan tersebut. dari namanya paling atau rencana itu bertujuan untuk memberikan arah atau kejelasan dari setiap kegiatan sehingga kegiatan yang sudah memiliki perencanaan akan berjalan dan dilaksanakan dengan efektif dan juga efisien. Selain itu dengan adanya Planing atau rencana ini biasanya kita juga dapat beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan-perubahan lingkungan yang terjadi. sebagai contoh di situasi pandemi covid seperti ini, pihak sekolah harus berupaya membuat planing atau rencana untuk memberikan pembelajaran yang baik entah itu lewat daring ataupun tatap muka. Pihak sekolah harus memikirkan strategi apa saja yang dilakukan dalam kondisi seperti ini. pihak sekolah tentu saja harus memberikan suatu rencana yang terbaik demi memajukan pendidkkan walaupun dalam kondisi pandemi seperi ini. Hal tersebut tidak lain tidak bukan sebagai upaya kita untuk terus beradaptasi dengan perkembangan lingkungan entah itu perkembangan dari situasi lingkunhan, perkembangan teknologi dan segala macamnya.

2. Pengeorganisasian (Organizing)

Pengeorganisasian ini merupakan upaya atau segala usaha untuk melengkapi rencana-rencana yang telah dibuat. dalam artian ini pengeorganisasian itu lanjutan dari planing yaitu setelah planing harus menentukan atau memperjelas dari planing atau rencana itu sendiri seperti siapa yang kn mengerjakan rencana tersebut, kapan dilaksanakannya. apa target dari pelaksanaan rencan tersebut dan lain lainnya.

dari yang saya baca dapat saya pahami pengeorganisasi tersebut ada 3 langkah dari proses pengoorganisasian tersebut yaitu: 1) pembahasan lengkap terkait apa saja yang harus direncanakan dari rencana tersebut. 2) pembagian tugas yang sesuai dengan rencana tersebut. 3) Mengembangkan suatu mekanisme dari rencana tersebut agar dapat mengkoordinir Pekerjaan dari menjadi suatu kesatuan yang terpadu dan harmonis.

 

3. Pelaksanaan (Actuating)

Pelaksanaan merupakan segala upaya atau usaha yang dilakukan untuk membuat semua rencana-rencana yang dibuat dan disusun sebelumnya dapat terlaksana atau menjadi kenyataan, dengan berbagai arahan agar dapat dilaksanakan secara optimal sesuai dengan peran, tugas dan tanggung jawabnya. Dari kesuluruhan Fungsi proses dari manajemen sekolah pelaksanaan merupakan fungsi yang paling utama. kalau sebelumnya kita membahas tentang planing dan pengeorganisasian kedua hal tersebut itu ibaratkan hanya asumsi atau teori saja dan untuk membuktikan asumsi dan teori tersebut maka diperlukan praktek secara langsung yaitu pelaksanaan itu tadi.

 

4. Pengawasan (Controling)

pengawasan merupakan suatu upaya atau usaha yang berusaha

untuk mengendalikan agar pelaksanaan dapat berjalan sesuai dengan rencana dan memastikan apakah tujuan organisasi tercapai. Apabila terjadi penyimpangan di mana letak penyimpangan itu dan bagaimana pula tindakan yang diperlukan untuk mengatasinya. Jadi pengawasan ini sebagai fungsi lanjutan ketika semua hal telah dapat dilaksanakan baik itu rencana, pengeorganisasian dan juga pelaksanaan maka hal terakhir yang diperlukan adalah pengawasan. Hal ini bertujuan agar dapat memastikan apakah pelaksanaan tersebut sesuai dengan rencana atau tidak. Dalam pengawasan ini kita juga bisa mencari solusi apabila pelaksanaan tidak sesuai dengan rencana.

 

Nah dari keempat fungsi tersebut dapat saya simpulkan bahwa semua itu saling berhubungan satu sama lain. keempat fungsi tersebut menghasilkan apa yang disebut sebagai manajemen. Saya berasumsi proses dari manajemen sekolah ini adalah proses interaksi antara fungsi dari manajemen itu sendiri.

jadi dapat saya ambil poinnya adalah setiap kegiatan pendidikan di sekolah harus memiliki perencanaan yang jelas dan juga realisitis, pengorganisasian yang efektif dan efisien, pengerahan dan pemotivasian seluruh personil sekolah untuk selalu dapat meningkatkan kualitas kinerjanya, dan pengawasan secara berkelanjutan.

 

Bidang kegiatan pendidikan

Lanjut ke pembahasan selanjutnya yaitu tentang Bidang Kegiatan Pendidikan. Dari berbagai sumber bacaan yang sudah saya baca. saya memahami bahwa bidang-bidang kegiatan pendidikan di sekolah itu mencakup 5 poin utama yaitu:

1. Manajemen kurikulum merupakan subtansi manajemen yang utama di sekolah. saya memahami Prinsip dasar manajemen kurikulum ini adalah berusaha agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik sesuai rencana, dengan tolak ukur pencapaian tujuan oleh siswa yaitu mencerdasakan siswa tersebut dan dapat berguna bagi masyarakat sekitsr dan mendorong guru untuk menyusun dan terus menerus menyempurnakan dari strategi pembelajarannya di kelas.

2. Manajemen Kesiswaan saya memahami ada 4 prinsip dasar yaitu a) dalam pembelajaran siswa harus diperlakukan sebagai subyek dan bukan obyek, sehingga harus didorong untuk berperan serta dalam setiap perencanaan dan pengambilan keputusan yang terkait dengan kegiatan mereka; (b) kondisi siswa itu sangat beragam, ditinjau dari kondisi fisik, kemampuan intelektual, sosial ekonomi, minat dan seterusnya. Oleh karena itu diperlukan beberapa kegiatan yang beragam contohnya ekstrakurikulee, sehingga setiap siswa memiliki wahana untuk berkembang secara optimal sesuai dengan yang diminatinya (c) siswa itu hanya termotivasi belajar jika mereka menyenangi apa yang diajarkan dan (d) pengembangan potensi siswa tidak hanya menyangkut ranah kognitif, tetapi juga ranah afektif, dan psikomotor.

3. manajemen personalia juga memiliki 4 prinsip dasar yaitu: (a) dalam mengembangkan sekolah, sumber daya manusia adalah komponen paling berharga maksudnya adalah memanfaatkan apa saja yang ada; (b) sumber daya manusia akan berperan secara optimal jika dikelola dengan baik, sehingga mendukung tujuan institusional; (c) kultur/budaya dan suasana  di sekolah, serta perilaku manajemen sekolah sangat berpengaruh terhadap pencapaian tujuan pengembangan sekolah; dan (d) manajemen personalia di sekolah pada prinsipnya mengupayakan agar setiap warga sekolah itu dapat bekerja sama dan saling mendukung untuk mencapai tujuan sekolah.

4. Manajemen Keuangan pada intinya manajemen keungan ini adalah pencapaian efisiensi dan efektifitas. selain mengutamakan ketersedian dana dalam memadai setiap kegiatan sekolah perlu juga dilakukan pemantauan dari pengeluaran dana tersebut entah itu dari pemerintah, masyarakat ataupun lainnya. Hal ini bertujuan agar setiap dana yang masuk dan juga keluar dapat di manajemen atau dikelola dengan baik sehingga tidak ada dana yang keluar secara percuma atau sia-sia.

5. Manajemen Perawatan Preventif sarana dan prasarana sekolah. Pada intinya melakukan perawatan secara periode tertentu dari fasilitas sekolah seperti bangunan, gedung, dan peralatan sekolah lainnya. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja, memperpanjang usia pakai, menurunkan biaya perbaikan karena sudah diketahui permasalahannya sejak awal dan menetapkan biaya perawatan sarana dan prasarana di sekolah dan yang paling penting menumbuhkan kesadaran antar sesama warga sekolah tentang betapa pentingnya merawat sarana dan prasarana sekolah. dalam pelaksanaannya dilakukan : pengarahan kepada tim pelaksana, mengupayakan pemantauan bulanan ke lokasi tempat sarana dan prasarana, menyebarluaskan informasi tentang program perawatan preventif untuk seluruh warga sekolah, dan membuat program lomba perawatan terhadap sarana dan fasilitas sekolah untuk memotivasi warga sekolah.

 

Baiklah itulah sedikit pembahasan singkat tentang manajemen sekokah yang dapat saya pahami dari berbagai sumber bacaan yang telah saya baca. Masih banyak pembahasan lain mengenai manajemen pembahasan yang belum saya bahas karena keterbatasan ilmu dan pemahaman saya pribadi. saya harap apa yang saya tulis di blog ini dapat memberikan wawasan dan pengetahuan baru mengenai manajemen sekolah kepada teman teman pembaca sekalian. Mohon maaf jika ada salah-salah kata dalam tulisan kali ini. Terima kasih telah meluangkan waktunya untuk membac tulisan ini saya akhiri dengan,

 

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarokatuh


Referensi

Sudrajat, Akhmad. MANAJEMEN SEKOLAH: Pengertian, Fungsi dan Bidang Manajemen (http://blog.umy.ac.id/syrama/files/2012/11/manajemen-sekolah.pdf)

https://www.gurupendidikan.co.id/manajemen-pendidikan/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar