Minggu, 25 April 2021

Laporan Bacaan 3 (Magang 1) Manajemen Kelas

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh

Bagaimana kabarnya teman-teman pembaca sekalian? semoga tetap dalam keadaan sehat yaa.

Pada Postinyan sebelumnya saya telah membuat laporan bacaan dari beberala sumber yang saya dapat dari internet. Sebelumnya saya sudah membahas tentang Kultur Sekolah dan juga Manajemen Sekolah banyak yang telah dibahas dari kedua hal tersebut. Bagi teman-teman yang belum membaca kedua postingan tersebut saya sarankan teman teman untuk membaca kedua postingan tersebut. Insya Allah bisa menambah wawasan teman-teman sekalian.

Nah pada postingan kali ini Saya akan kembali membuat laporan bacaan dengan judul yang berbeda yaitu Manajemen Kelas. Seperti biasa saya tidak akan menjelaskan secara detail karena saya hanya menyampaikan/menuliskan apa yang dapat saya pahami terkait dengan materi tersebut dari beberapa sumber bacaan yang telah saya temukan di internet. Hal pertama yang perlu saya bahas Adalah Pengertian Manajemen Kelas itu sendiri.

 

Pengertian Manajemen

Sebenarnya istilah manajemen bagi kita sudah tidak asing lagi untuk kita dengar sekarang. Walaupun demikian tidak ada salahnya istilah manajemen ini kita ungkapkan kembali supaya dapat paham dan menerapkan manajemen itu sendiri terutama dalam bidang pendidikan, khususnya dengan masalah kelas dalam pembelajaran. Untuk memperjelas pengertian manajemen itu sendiri, berikut saya kutip beberapa pendapat para ahli:

Ordway Tead yang dikutip Sarwoto “management is the process and agency which direct and guides the operations of an organizatioin in the realizing of established aims”. (Manajemen adalah proses dan perangkat yang mengarahkan serta membimbing kegiatan-kegiatan suatu organisasi dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan).

Lawrence A. Appley yang dikutip Ibnu Syamsi “manajemen merupakan keahlian untuk menggerakan orang supaya dapat melakukan pekerjaan dalam rangka tercapainya tujuan”.

Soekarno berpendapat “manajemen adalah suatu proses/kegiatan/usaha pencapaian tujuan tertentu melalui kerjasama dengan orang-orang lain”.

Dari beberapa pengertian manajemen secara definisi di atas, dapat saya tarik kesimpulannya, bahwa manajemen adalah suatu usaha untuk menggerakkan orang-orang supaya dapat melakukan kegiatan secara bersama dalam rangka mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan. Secara etimologis istilah manajemen berasal dari perkataan Bahasa Inggris, yaitu “management” artinya, pimpinan atau pengurus. Istilah ini diterjemahkan ke dalam perkataan Bahasa Indonesia menjadi “manajemen” dengan arti pengelolaan, yaitu penyelenggaraan

.

Pengertian Kelas

Tidak beda halnya dengan istilah manajemen tadi, bahwa kita sudah mengenalinya, apalagi dengan istilah kelas dalam pembelajaran kita sudah akrab menyebutnya setiap hari dari kecil hingga sekarang. Tetapi, untuk memperoleh kesamaan dalam satu persepsi alangkah baiknya terlebih dahulu perlu kita ketahui pengertian kelas yang sebenarnya dalam pembelajaran.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1995) yang dikutip Sudarwan Danim “kelas didefinisikan sebagai ruang tempat belajar di sekolah”. Hornby dalam Oxford Advanced Leaner’s Dictionary (1986) mendefinisikan kelas sebagai group of students taught together, atau location when this group meets tobe taught. Jadi dalam hal ini, kelas merupakan sekelompok siswa yang diajar bersama, atau suatu lokasi ketika sekelompok siswa sedang menjalani proses pembelajaran pada tempat, waktu yang sama.

Pengertian kelas menurut Oemar Hamalik yang dikutip Suwardi “sekelompok orang yang melakukan kegiatan belajar bersama yang mendapat pengajaran dari guru”. Sedangkan menurut Suharsimi “kelas berarti sekelompok siswa dalam waktu yang sama menerima pelajaran dari guru yang sama”. Dari beberapa pengertian kelas dari beberapa ahli ini, saya menarik kesimpulan bahwa kelas diartikan pada sekelompok orang atau siswa yang sedang mengikuti proses pembelajaran di suatu tempat tertentu.

 

Pengertian Manajemen Kelas

Setelah saya membahas pengertian kedua istilah di atas antara manajemen dan kelas. Selanjutnya saya akan membahas apa yang dimaksud dengan pengertian manajemen kelas. Bila kita merujuk pada istilah pengertian manajemen dalam Bahasa Indonesia, yaitu pengelolaan yang artinya penyelenggaraan. Maka, manajemen kelas adalah suatu bentuk penyelenggaraan proses belajar siswa, atau suatu bentuk usaha guru dalam menciptakan kondisi belajar siswa yang kondusif dan memeliharanya bila terjadi suatu kendala ke arah tujuan pembelajaran yang lebih efektif.

Menurut Sudarwan Danim “manajemen kelas adalah seni atau praksis (praktek dan strategi) kerja, yaitu guru bekerja secara individu, dengan atau melalui orang lain (bekerja sejawat atau siswa sendiri) untuk mengoptimalkan sumber daya kelas bagi penciptaan proses pembelajaran yang efektif dan efisien”. Sedangkan menurut Moh. Uzer Usman “manajemen kelas adalah pengelolaan kelas, yaitu keterampilan guru untuk menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal dan mengembalikannya bila terjadi gangguan dalam proses belajar mengajar”. Secara sederhana saya menarik kesimpilan bahwa manajemen kelas adalah pengaturan kondisi-kondisi belajar siswa di kelas yang kondusif dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

 

Tujuan Manajemen Kelas 

Tujuan pengelolaan kelas atau manajemen kelas pada hakikatnya telah terkandung dalam tujuan pendidikan. Secara umum dapat saya simpulkan tujuan manajemen kelas adalah sebagai wadah dalam menyediakan fasilitas bagi bermacam-macam kegiatan belajar siswa atau peserta didik dalam lingkungan sosial, emosional, dan intelektual didalam kelas. Fasilitas yang disediakan itu memungkinkan siswa atau peserta didik untuk terus belajar dan bekerja, terciptanya suasana sosial yang memberikan kepuasan, suasana disiplin, perkembangan intelektual, emosional dan sikap serta apresiasi pada siswa (Djamarah dan Zain, 2010:178).

 

Tujuan manajemen kelas adalah sebagai berikut :

a). Agar pengajaran atau pembelajaran di kelas dapat dilakukan secara maksimal, sehingga tujuan pengajaran atau pembelajaran di kelas dapat dicapai secara efektif dan efisien.

b). Untuk memberi kemudahan dalam usaha memantau kemajuan siswa dalam pembelajarannya di kelas. Dengan Manajemen Kelas, guru mudah untuk melihat dan mengamati setiap kemajuan/ perkembangan yang dicapai siswa, terutama siswa yang tergolong lamban dalam memahami sesuatu pembelajaran. 

c). Untuk memberi kemudahan dalam memecahkan masalah-masalah penting untuk dibicarakan dikelas demi perbaikan pengajaran pada masa mendatang. 

 

Sedangkan menurut Mudasir (2011:20), tujuan manajemen kelas atau pengelolaan adalah sebagai berikut:

a). Mewujudkan situasi dan kondisi kelas, baik sebagai lingkungan belajar maupun sebagai kelompok belajar.

b). Menghilangkan berbagai hambatan belajar yang dapat menghalangi terwujudnya kegiatan belajar. 

c). Menyediakan dan mengatur fasilitas serta perabot belajar yang mendukung dan memungkinkan siswa belajar sesuai dengan lingkungan sosial, emosional, dan intelektual siswa di kelas. 

d). Membina dan membimbing sesuai dengan latar belakang sosial, ekonomi dan budaya serta sifat individual.

 

Prinsip-Prinsip Manajemen kelas 

Dalam manajemen kelas terdapat beberapa prinsip yang harus diperhatikan sebagai prasyarat menciptakan satu model pembelajaran yang efektif dan efisien, yaitu

1. Prinsip Kesiapan (Readiness)

prinsip Kesiapan belajar ialah kematangan dan pertumbuhan fisik, psikis, inteligensi, latar belakang pengalaman, hasil belajar yang baku, motivasi, persepsi dan faktor-faktor lain yang memungkinkan seseorang dapat belajar. jadi pada prinsip ini  Guru harus membuat peserta didik dapat siap akan beberapa faktor yang menjadi pemicu akan kesiapan dari peserta didik itu sendiri dalam mengikuti pembelajaran di kelas.

2. Prinsip Motivasi (Motivation)

Motivasi adalah tenaga pendorong atau penarik yang menyebabkan adanya tingkah laku ke arah suatu tujuan tertentu. Adanya motivasi pada peserta didik membuat peserta didik tersebut akan bersungguh-sungguh menunjukkan minat, perhatian, dan rasa ingin tahu yang kuat untuk ikut serta dalam kegiatan belajar di kelas. Nah dalam prinsip ini guru di tekankan untuk memberikan motivasi atau arahan kepada peserta didik dengan tujuan agar peserta didik tersebut dapat bersungguh sungguh dan menumbuhkan aspek aspek yang mendukung ia dalam mengikuti kegiatan belajar di kelas.

3. Prinsip Perhatian 

Perhatian merupakan suatu strategi kognitif yang mencakup empat keterampilan yaitu berorientasi pada suatu masalah, meninjau sepintas isi masalah, memusatkan diri pada aspek-aspek yang relevan dan mengabaikan stimuli yang tidak relevan. Dalam proses pembelajaran perhatian merupakan faktor yang besar pengaruhnya. Jadi pada prinsip ini guru harus memperhatikan Peserta didik untuk memehami mereka agar mudah menentukan metode pembelajaran seperti apa yang akan digunakan dalam kegiatan pembelajaran di kelas.

4. Prinsip Persepsi

Prinsip umum yang perlu diperhatikan dalam menggunakan persepsi adalah (a) makin baik persepsi mengenai sesuatu makin mudah peserta didik belajar mengingat sesuatu tersebut. (b) dalam pembelajaran perlu dihindari persepsi yang salah karena hal ini akan memberikan pengertian yang salah pula pada peserta didik tentang apa yang dipelajari (c) dalam pembelajaran perlu diupayakan berbagai sumber belajar yang dapat mendekati hal yang sesungguhnya sehingga peserta didik memperoleh persepsi yang lebih akurat. Pada prinsip ini pada intinya guru harus mengarahkan dan juga membimbing peserta didik untuk mengambarkan membuat mereka membuat pandangan mereka sendiri terkait suatu hal yang mereka pelajari dengan cara yang tepat untuk memudajkan peserta didik dalam memahami suatu hal dengan gambaran atau pandanhan yang ada di dalam pikiran mereka. Tentu saja Guru harus mengarahkan agar pandangan atau gambaran mereka itu tidak salah dalam sumber yang salah.

5. Prinsip Retensi 

Retensi adalah apa yang tertinggal dan dapat diingat kembali setelah seseorang mempelajari sesuatu. Dengan retensi membuat apa yang dipelajari dapat bertahan atau tertinggal lebih lama dalam struktur kognitif dan dapat diingat kembali jika diperlukan. Karena itu, retensi sangat menentukan hasil yang diperoleh peserta didik dalam proses pembelajaran. Jadi prinsip ini guru harus sedikit mengulang pembelajaran yang sudah lalu dengan tujuan agar peserta didik dapat mengingat lagi beberapa materi lalu yang telah di sampaikan.

6. Prinsip Transfer 

Transfer merupakan suatu proses dimana sesuatu yang pernah dipelajari dapat memengaruhi proses dalam mempelajari sesuatu yang baru. Dengan demikian, transfer berarti pengaitan pengetahuan yang sudah dipelajari dengan pengetahuan yang baru dipelajari. Pengetahuan atau keterampilan yang diajarkan di sekolah selalu diasumsikan atau diharapkan dapat dipakai untuk memecahkan masalah yang dialami dalam kehidupan peserta didik nanti atau dalam pekerjaan yang akan dihadapi nanti.

 

Masalah -Masalah Dalam Manajemen Kelas

Seorang guru dalam kegiatan pembelajaran pasti akan menghadapi kasus-kasus dalam kelasnya. Kasus-kasus yang dijumpai guru dalam manajemen kelas antara lain seperti:

1). Tingkat penguasaan materi oleh peserta fidok di dalam kelas. contohnha, materi pelajaran yang diberikan kepada peserta didiknitu terlalu tinggi atau sulit, sehingga itu membuat peserta didik tidak bisa mengikuti pembelajaran secara efektif dan efisien, maka di sini diperlukan penyesuaian agar peserta didik dapat mengikuti kegiatan belajar dengan baik. Apabila tidak diadakan penyesuaian, peserta didik tidak akan serius dalam belaajr dan akan selalu menimbulkan masalah.

2). Fasilitas yang diperlukan. contohnya, kurangnya alat, media, bahan, tempat, biaya, dan lain-lain yang mendukung kegiatan pembelajaran sehingga membuat peserta didik sulit memahami atau tidak bersemangat dalam mengikuti pembelajaran di kelas.

3). Kondisi peserta didik. contohnya, siswa yang kelihatan sudah lesu dan tidak bergairah dalam menerima pelajaran, hal ini dapat mempengaruhi situasi pembelajaran yang kurang baik di dalam kelas.

4). Teknik mengajar guru. contohnya, dalam memberikan pengajaran kurang meningkatkan suasana kelas dan membosankan terlihat monoton.

 

Aspek Manajemen Kelas

Adapun aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam manajemen kelas  adalah sifat kelas, pendorong kekuatan kelas, situasi kelas, tindakan selektif, dan kreatif (Johnson dan Bany, 1970). Kegiatan-kegiatan yang perlu dilaksanakan  dalam manajemen kelas sebagai aspek-aspek manajemen kelas, seperti tertuang dalam Dirjen Dikdasmen (2000) adalah:

1). mengecek kehadiran siswa;

2). mengumpulkan hasil pekerjaan siswa, memeriksa, dan menilai hasil pekerjaan tersebut;

3). pendistribusian bahan dan alat;

4). mengumpulkan informasi siswa, mencatat data pemeliharaan arsip;

5). menyampaikan materi pelajaran; dan

6). memberikan tugas.

 

Nah itulah yang dapat saya sampaikan terkait apa yang dapat saya pahami mengenai manajemen kelas. Mungkin tidak dapat saya sampaikan secara detail dikarenakan kurangnya pengetahuan saya dalam memahami. jadi apa yang saya tulis disini hanya apa yang saya pahami terkait manajemen kelas yang saya dapat dari beberapa sumber bacaan yang dapat teman-teman temukan di internet.

Saya mohon maaf jika ada salah kata atau salah penyampaian dalam postingan ini. Teman-teman dapat mengoreksinya di kolom komentar, Terima kasih telah membaca saya akhiri dengan,

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar