Minggu, 25 April 2021

Laporan Bacaan 3 (Magang 1) Manajemen Kelas

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh

Bagaimana kabarnya teman-teman pembaca sekalian? semoga tetap dalam keadaan sehat yaa.

Pada Postinyan sebelumnya saya telah membuat laporan bacaan dari beberala sumber yang saya dapat dari internet. Sebelumnya saya sudah membahas tentang Kultur Sekolah dan juga Manajemen Sekolah banyak yang telah dibahas dari kedua hal tersebut. Bagi teman-teman yang belum membaca kedua postingan tersebut saya sarankan teman teman untuk membaca kedua postingan tersebut. Insya Allah bisa menambah wawasan teman-teman sekalian.

Nah pada postingan kali ini Saya akan kembali membuat laporan bacaan dengan judul yang berbeda yaitu Manajemen Kelas. Seperti biasa saya tidak akan menjelaskan secara detail karena saya hanya menyampaikan/menuliskan apa yang dapat saya pahami terkait dengan materi tersebut dari beberapa sumber bacaan yang telah saya temukan di internet. Hal pertama yang perlu saya bahas Adalah Pengertian Manajemen Kelas itu sendiri.

 

Pengertian Manajemen

Sebenarnya istilah manajemen bagi kita sudah tidak asing lagi untuk kita dengar sekarang. Walaupun demikian tidak ada salahnya istilah manajemen ini kita ungkapkan kembali supaya dapat paham dan menerapkan manajemen itu sendiri terutama dalam bidang pendidikan, khususnya dengan masalah kelas dalam pembelajaran. Untuk memperjelas pengertian manajemen itu sendiri, berikut saya kutip beberapa pendapat para ahli:

Ordway Tead yang dikutip Sarwoto “management is the process and agency which direct and guides the operations of an organizatioin in the realizing of established aims”. (Manajemen adalah proses dan perangkat yang mengarahkan serta membimbing kegiatan-kegiatan suatu organisasi dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan).

Lawrence A. Appley yang dikutip Ibnu Syamsi “manajemen merupakan keahlian untuk menggerakan orang supaya dapat melakukan pekerjaan dalam rangka tercapainya tujuan”.

Soekarno berpendapat “manajemen adalah suatu proses/kegiatan/usaha pencapaian tujuan tertentu melalui kerjasama dengan orang-orang lain”.

Dari beberapa pengertian manajemen secara definisi di atas, dapat saya tarik kesimpulannya, bahwa manajemen adalah suatu usaha untuk menggerakkan orang-orang supaya dapat melakukan kegiatan secara bersama dalam rangka mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan. Secara etimologis istilah manajemen berasal dari perkataan Bahasa Inggris, yaitu “management” artinya, pimpinan atau pengurus. Istilah ini diterjemahkan ke dalam perkataan Bahasa Indonesia menjadi “manajemen” dengan arti pengelolaan, yaitu penyelenggaraan

.

Pengertian Kelas

Tidak beda halnya dengan istilah manajemen tadi, bahwa kita sudah mengenalinya, apalagi dengan istilah kelas dalam pembelajaran kita sudah akrab menyebutnya setiap hari dari kecil hingga sekarang. Tetapi, untuk memperoleh kesamaan dalam satu persepsi alangkah baiknya terlebih dahulu perlu kita ketahui pengertian kelas yang sebenarnya dalam pembelajaran.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1995) yang dikutip Sudarwan Danim “kelas didefinisikan sebagai ruang tempat belajar di sekolah”. Hornby dalam Oxford Advanced Leaner’s Dictionary (1986) mendefinisikan kelas sebagai group of students taught together, atau location when this group meets tobe taught. Jadi dalam hal ini, kelas merupakan sekelompok siswa yang diajar bersama, atau suatu lokasi ketika sekelompok siswa sedang menjalani proses pembelajaran pada tempat, waktu yang sama.

Pengertian kelas menurut Oemar Hamalik yang dikutip Suwardi “sekelompok orang yang melakukan kegiatan belajar bersama yang mendapat pengajaran dari guru”. Sedangkan menurut Suharsimi “kelas berarti sekelompok siswa dalam waktu yang sama menerima pelajaran dari guru yang sama”. Dari beberapa pengertian kelas dari beberapa ahli ini, saya menarik kesimpulan bahwa kelas diartikan pada sekelompok orang atau siswa yang sedang mengikuti proses pembelajaran di suatu tempat tertentu.

 

Pengertian Manajemen Kelas

Setelah saya membahas pengertian kedua istilah di atas antara manajemen dan kelas. Selanjutnya saya akan membahas apa yang dimaksud dengan pengertian manajemen kelas. Bila kita merujuk pada istilah pengertian manajemen dalam Bahasa Indonesia, yaitu pengelolaan yang artinya penyelenggaraan. Maka, manajemen kelas adalah suatu bentuk penyelenggaraan proses belajar siswa, atau suatu bentuk usaha guru dalam menciptakan kondisi belajar siswa yang kondusif dan memeliharanya bila terjadi suatu kendala ke arah tujuan pembelajaran yang lebih efektif.

Menurut Sudarwan Danim “manajemen kelas adalah seni atau praksis (praktek dan strategi) kerja, yaitu guru bekerja secara individu, dengan atau melalui orang lain (bekerja sejawat atau siswa sendiri) untuk mengoptimalkan sumber daya kelas bagi penciptaan proses pembelajaran yang efektif dan efisien”. Sedangkan menurut Moh. Uzer Usman “manajemen kelas adalah pengelolaan kelas, yaitu keterampilan guru untuk menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal dan mengembalikannya bila terjadi gangguan dalam proses belajar mengajar”. Secara sederhana saya menarik kesimpilan bahwa manajemen kelas adalah pengaturan kondisi-kondisi belajar siswa di kelas yang kondusif dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

 

Tujuan Manajemen Kelas 

Tujuan pengelolaan kelas atau manajemen kelas pada hakikatnya telah terkandung dalam tujuan pendidikan. Secara umum dapat saya simpulkan tujuan manajemen kelas adalah sebagai wadah dalam menyediakan fasilitas bagi bermacam-macam kegiatan belajar siswa atau peserta didik dalam lingkungan sosial, emosional, dan intelektual didalam kelas. Fasilitas yang disediakan itu memungkinkan siswa atau peserta didik untuk terus belajar dan bekerja, terciptanya suasana sosial yang memberikan kepuasan, suasana disiplin, perkembangan intelektual, emosional dan sikap serta apresiasi pada siswa (Djamarah dan Zain, 2010:178).

 

Tujuan manajemen kelas adalah sebagai berikut :

a). Agar pengajaran atau pembelajaran di kelas dapat dilakukan secara maksimal, sehingga tujuan pengajaran atau pembelajaran di kelas dapat dicapai secara efektif dan efisien.

b). Untuk memberi kemudahan dalam usaha memantau kemajuan siswa dalam pembelajarannya di kelas. Dengan Manajemen Kelas, guru mudah untuk melihat dan mengamati setiap kemajuan/ perkembangan yang dicapai siswa, terutama siswa yang tergolong lamban dalam memahami sesuatu pembelajaran. 

c). Untuk memberi kemudahan dalam memecahkan masalah-masalah penting untuk dibicarakan dikelas demi perbaikan pengajaran pada masa mendatang. 

 

Sedangkan menurut Mudasir (2011:20), tujuan manajemen kelas atau pengelolaan adalah sebagai berikut:

a). Mewujudkan situasi dan kondisi kelas, baik sebagai lingkungan belajar maupun sebagai kelompok belajar.

b). Menghilangkan berbagai hambatan belajar yang dapat menghalangi terwujudnya kegiatan belajar. 

c). Menyediakan dan mengatur fasilitas serta perabot belajar yang mendukung dan memungkinkan siswa belajar sesuai dengan lingkungan sosial, emosional, dan intelektual siswa di kelas. 

d). Membina dan membimbing sesuai dengan latar belakang sosial, ekonomi dan budaya serta sifat individual.

 

Prinsip-Prinsip Manajemen kelas 

Dalam manajemen kelas terdapat beberapa prinsip yang harus diperhatikan sebagai prasyarat menciptakan satu model pembelajaran yang efektif dan efisien, yaitu

1. Prinsip Kesiapan (Readiness)

prinsip Kesiapan belajar ialah kematangan dan pertumbuhan fisik, psikis, inteligensi, latar belakang pengalaman, hasil belajar yang baku, motivasi, persepsi dan faktor-faktor lain yang memungkinkan seseorang dapat belajar. jadi pada prinsip ini  Guru harus membuat peserta didik dapat siap akan beberapa faktor yang menjadi pemicu akan kesiapan dari peserta didik itu sendiri dalam mengikuti pembelajaran di kelas.

2. Prinsip Motivasi (Motivation)

Motivasi adalah tenaga pendorong atau penarik yang menyebabkan adanya tingkah laku ke arah suatu tujuan tertentu. Adanya motivasi pada peserta didik membuat peserta didik tersebut akan bersungguh-sungguh menunjukkan minat, perhatian, dan rasa ingin tahu yang kuat untuk ikut serta dalam kegiatan belajar di kelas. Nah dalam prinsip ini guru di tekankan untuk memberikan motivasi atau arahan kepada peserta didik dengan tujuan agar peserta didik tersebut dapat bersungguh sungguh dan menumbuhkan aspek aspek yang mendukung ia dalam mengikuti kegiatan belajar di kelas.

3. Prinsip Perhatian 

Perhatian merupakan suatu strategi kognitif yang mencakup empat keterampilan yaitu berorientasi pada suatu masalah, meninjau sepintas isi masalah, memusatkan diri pada aspek-aspek yang relevan dan mengabaikan stimuli yang tidak relevan. Dalam proses pembelajaran perhatian merupakan faktor yang besar pengaruhnya. Jadi pada prinsip ini guru harus memperhatikan Peserta didik untuk memehami mereka agar mudah menentukan metode pembelajaran seperti apa yang akan digunakan dalam kegiatan pembelajaran di kelas.

4. Prinsip Persepsi

Prinsip umum yang perlu diperhatikan dalam menggunakan persepsi adalah (a) makin baik persepsi mengenai sesuatu makin mudah peserta didik belajar mengingat sesuatu tersebut. (b) dalam pembelajaran perlu dihindari persepsi yang salah karena hal ini akan memberikan pengertian yang salah pula pada peserta didik tentang apa yang dipelajari (c) dalam pembelajaran perlu diupayakan berbagai sumber belajar yang dapat mendekati hal yang sesungguhnya sehingga peserta didik memperoleh persepsi yang lebih akurat. Pada prinsip ini pada intinya guru harus mengarahkan dan juga membimbing peserta didik untuk mengambarkan membuat mereka membuat pandangan mereka sendiri terkait suatu hal yang mereka pelajari dengan cara yang tepat untuk memudajkan peserta didik dalam memahami suatu hal dengan gambaran atau pandanhan yang ada di dalam pikiran mereka. Tentu saja Guru harus mengarahkan agar pandangan atau gambaran mereka itu tidak salah dalam sumber yang salah.

5. Prinsip Retensi 

Retensi adalah apa yang tertinggal dan dapat diingat kembali setelah seseorang mempelajari sesuatu. Dengan retensi membuat apa yang dipelajari dapat bertahan atau tertinggal lebih lama dalam struktur kognitif dan dapat diingat kembali jika diperlukan. Karena itu, retensi sangat menentukan hasil yang diperoleh peserta didik dalam proses pembelajaran. Jadi prinsip ini guru harus sedikit mengulang pembelajaran yang sudah lalu dengan tujuan agar peserta didik dapat mengingat lagi beberapa materi lalu yang telah di sampaikan.

6. Prinsip Transfer 

Transfer merupakan suatu proses dimana sesuatu yang pernah dipelajari dapat memengaruhi proses dalam mempelajari sesuatu yang baru. Dengan demikian, transfer berarti pengaitan pengetahuan yang sudah dipelajari dengan pengetahuan yang baru dipelajari. Pengetahuan atau keterampilan yang diajarkan di sekolah selalu diasumsikan atau diharapkan dapat dipakai untuk memecahkan masalah yang dialami dalam kehidupan peserta didik nanti atau dalam pekerjaan yang akan dihadapi nanti.

 

Masalah -Masalah Dalam Manajemen Kelas

Seorang guru dalam kegiatan pembelajaran pasti akan menghadapi kasus-kasus dalam kelasnya. Kasus-kasus yang dijumpai guru dalam manajemen kelas antara lain seperti:

1). Tingkat penguasaan materi oleh peserta fidok di dalam kelas. contohnha, materi pelajaran yang diberikan kepada peserta didiknitu terlalu tinggi atau sulit, sehingga itu membuat peserta didik tidak bisa mengikuti pembelajaran secara efektif dan efisien, maka di sini diperlukan penyesuaian agar peserta didik dapat mengikuti kegiatan belajar dengan baik. Apabila tidak diadakan penyesuaian, peserta didik tidak akan serius dalam belaajr dan akan selalu menimbulkan masalah.

2). Fasilitas yang diperlukan. contohnya, kurangnya alat, media, bahan, tempat, biaya, dan lain-lain yang mendukung kegiatan pembelajaran sehingga membuat peserta didik sulit memahami atau tidak bersemangat dalam mengikuti pembelajaran di kelas.

3). Kondisi peserta didik. contohnya, siswa yang kelihatan sudah lesu dan tidak bergairah dalam menerima pelajaran, hal ini dapat mempengaruhi situasi pembelajaran yang kurang baik di dalam kelas.

4). Teknik mengajar guru. contohnya, dalam memberikan pengajaran kurang meningkatkan suasana kelas dan membosankan terlihat monoton.

 

Aspek Manajemen Kelas

Adapun aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam manajemen kelas  adalah sifat kelas, pendorong kekuatan kelas, situasi kelas, tindakan selektif, dan kreatif (Johnson dan Bany, 1970). Kegiatan-kegiatan yang perlu dilaksanakan  dalam manajemen kelas sebagai aspek-aspek manajemen kelas, seperti tertuang dalam Dirjen Dikdasmen (2000) adalah:

1). mengecek kehadiran siswa;

2). mengumpulkan hasil pekerjaan siswa, memeriksa, dan menilai hasil pekerjaan tersebut;

3). pendistribusian bahan dan alat;

4). mengumpulkan informasi siswa, mencatat data pemeliharaan arsip;

5). menyampaikan materi pelajaran; dan

6). memberikan tugas.

 

Nah itulah yang dapat saya sampaikan terkait apa yang dapat saya pahami mengenai manajemen kelas. Mungkin tidak dapat saya sampaikan secara detail dikarenakan kurangnya pengetahuan saya dalam memahami. jadi apa yang saya tulis disini hanya apa yang saya pahami terkait manajemen kelas yang saya dapat dari beberapa sumber bacaan yang dapat teman-teman temukan di internet.

Saya mohon maaf jika ada salah kata atau salah penyampaian dalam postingan ini. Teman-teman dapat mengoreksinya di kolom komentar, Terima kasih telah membaca saya akhiri dengan,

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh.

Minggu, 18 April 2021

Tugas 2 Laporan Bacaan (Magang 1) Manajemen Sekolah

 Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarokatuh,

Baiklah kawan kawan apa kabarnya? Terima kasih telah kembali mengunjungi Blog pribadi saya pada hari ini. Pada kali ini saya memposting tulisan ini merupakan sebuah tugas Dari Mata Kuliah Magang 1. Dimana Pada tugas kali ini merupakan Laporan bacaan dari apa yang saya baca selama sepekan. Pada Kali ini saya akan membahas tentang Manajemen Sekolah. Disini saya akan menyampaikan segala sesuatu yang dapat saya pahami tentang manajemen dari apa yang saya baca dari berbagai sumber, jadi mohon maaf apabila ada hal penting yang tidak dapat saya bahas tentang manajemen sekolah. Hal tersebut mungkin saja hanya ketidaktauan saya, jadi saya harap dapat dimaklumi. Baiklah langsung saja ke pembahasan tentang manajemen sekolah.

 

Pengertian Manajemen Sekolah

Sebelum kita membahas tentang manajemen sekolah kita harus tau terlebih dahulu Pengertian dari Manajemen Sekolah itu sendiri. Apa sih manajemen sekolah itu? pernahkan teman-teman pembaca sekalian membaca atau mendengar apa itu manajemen sekolah? Dari hasil bacaan saya ada beberapa pengertian umum tentang manajemen yang disampaikan oleh beberapa ahli. Dari Kathryn . M.Bartol dan David C. Martin yang dikutip oleh A.M. Kadarman SJ dan Jusuf Udaya (1995) memberikan pengertian bahwa :

“Manajemen adalah proses untuk mencapai tujuan – tujuan organisasi dengan melakukan kegiatan dari empat fungsi utama yaitu merencanakan (planning), mengorganisasi (organizing), memimpin (leading), dan mengendalikan (controlling). Dengan demikian, manajemen adalah sebuah kegiatan yang berkesinambungan”. Sedangkan dari Stoner sebagaimana dikutip m oleh T. Hani Handoko (1995) mengemukakan bahwa : “Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya-sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan”.

sedangkan Secara khusus dalam konteks manajemen sekolah, Djam’an Satori (1980) memberikan pengertian manajemen pendidikan dengan menggunakan istilah administrasi pendidikan yang diartikan sebagai “keseluruhan proses kerjasama dengan memanfaatkan semua sumber personil dan materil yang tersedia dan sesuai untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan secara efektif dan

efisien”. Sementara itu, Hadari Nawawi (1992) mengemukakan bahwa “administrasi pendidikan sebagai rangkaian kegiatan atau keseluruhan proses pengendalian usaha kerjasama sejumlah orang untuk mencapai tujuan pendidikan secara sistematis yang diselenggarakan di lingkungan tertentu terutama berupa lembaga pendidikan formal”.

Meski ditemukannya banyak sekali pengertian manajemen atau administrasi yang beragam dari apa yang saya baca, baik yang bersifat umum maupun khusus tentang kependidikan, namun saya dapat tarik benang merah atau kesimpulan tentang pengertian manajemen

sekolah tersebut, yaitu :

Manajemen Sekolah merupakan suatu kegiatan yang dilakukan secara efektif dan juga efisien untuk meningkatkan kinerja sekolah dalam pencapaian tujuan pendidikan, yang mana hasilnya bisa kita lihat dari beberapa faktor sebagai indikator keberhasilan dari kinerja yang berhasil dicapai oleh sekolah. Jadi secara singkatnya itu Manajemen Sekolah merupakan sebuah upaya atau usaha yang dilakukan bersama-sama demi mencapai tujuan pendidikan belajar-mengajad di sekolah yang optimal.

 

Fungsi Manajemen Sekolah

Setelah kita membahas tentang manajemen sekolah kali ini kita akan membahas dari fungsi dari manajemen sekolah tersebut. Dari berbagai sumber bacaan yang saya baca secara inti fungsi manajemen sekolah itu ada 4 yaitu:

1. Planing atau Perencanaan merupakan kegiatan untuk menetapkan tujuan yang ingin dicapat serta cara cara mencapai tujuan tersebut. dari namanya paling atau rencana itu bertujuan untuk memberikan arah atau kejelasan dari setiap kegiatan sehingga kegiatan yang sudah memiliki perencanaan akan berjalan dan dilaksanakan dengan efektif dan juga efisien. Selain itu dengan adanya Planing atau rencana ini biasanya kita juga dapat beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan-perubahan lingkungan yang terjadi. sebagai contoh di situasi pandemi covid seperti ini, pihak sekolah harus berupaya membuat planing atau rencana untuk memberikan pembelajaran yang baik entah itu lewat daring ataupun tatap muka. Pihak sekolah harus memikirkan strategi apa saja yang dilakukan dalam kondisi seperti ini. pihak sekolah tentu saja harus memberikan suatu rencana yang terbaik demi memajukan pendidkkan walaupun dalam kondisi pandemi seperi ini. Hal tersebut tidak lain tidak bukan sebagai upaya kita untuk terus beradaptasi dengan perkembangan lingkungan entah itu perkembangan dari situasi lingkunhan, perkembangan teknologi dan segala macamnya.

2. Pengeorganisasian (Organizing)

Pengeorganisasian ini merupakan upaya atau segala usaha untuk melengkapi rencana-rencana yang telah dibuat. dalam artian ini pengeorganisasian itu lanjutan dari planing yaitu setelah planing harus menentukan atau memperjelas dari planing atau rencana itu sendiri seperti siapa yang kn mengerjakan rencana tersebut, kapan dilaksanakannya. apa target dari pelaksanaan rencan tersebut dan lain lainnya.

dari yang saya baca dapat saya pahami pengeorganisasi tersebut ada 3 langkah dari proses pengoorganisasian tersebut yaitu: 1) pembahasan lengkap terkait apa saja yang harus direncanakan dari rencana tersebut. 2) pembagian tugas yang sesuai dengan rencana tersebut. 3) Mengembangkan suatu mekanisme dari rencana tersebut agar dapat mengkoordinir Pekerjaan dari menjadi suatu kesatuan yang terpadu dan harmonis.

 

3. Pelaksanaan (Actuating)

Pelaksanaan merupakan segala upaya atau usaha yang dilakukan untuk membuat semua rencana-rencana yang dibuat dan disusun sebelumnya dapat terlaksana atau menjadi kenyataan, dengan berbagai arahan agar dapat dilaksanakan secara optimal sesuai dengan peran, tugas dan tanggung jawabnya. Dari kesuluruhan Fungsi proses dari manajemen sekolah pelaksanaan merupakan fungsi yang paling utama. kalau sebelumnya kita membahas tentang planing dan pengeorganisasian kedua hal tersebut itu ibaratkan hanya asumsi atau teori saja dan untuk membuktikan asumsi dan teori tersebut maka diperlukan praktek secara langsung yaitu pelaksanaan itu tadi.

 

4. Pengawasan (Controling)

pengawasan merupakan suatu upaya atau usaha yang berusaha

untuk mengendalikan agar pelaksanaan dapat berjalan sesuai dengan rencana dan memastikan apakah tujuan organisasi tercapai. Apabila terjadi penyimpangan di mana letak penyimpangan itu dan bagaimana pula tindakan yang diperlukan untuk mengatasinya. Jadi pengawasan ini sebagai fungsi lanjutan ketika semua hal telah dapat dilaksanakan baik itu rencana, pengeorganisasian dan juga pelaksanaan maka hal terakhir yang diperlukan adalah pengawasan. Hal ini bertujuan agar dapat memastikan apakah pelaksanaan tersebut sesuai dengan rencana atau tidak. Dalam pengawasan ini kita juga bisa mencari solusi apabila pelaksanaan tidak sesuai dengan rencana.

 

Nah dari keempat fungsi tersebut dapat saya simpulkan bahwa semua itu saling berhubungan satu sama lain. keempat fungsi tersebut menghasilkan apa yang disebut sebagai manajemen. Saya berasumsi proses dari manajemen sekolah ini adalah proses interaksi antara fungsi dari manajemen itu sendiri.

jadi dapat saya ambil poinnya adalah setiap kegiatan pendidikan di sekolah harus memiliki perencanaan yang jelas dan juga realisitis, pengorganisasian yang efektif dan efisien, pengerahan dan pemotivasian seluruh personil sekolah untuk selalu dapat meningkatkan kualitas kinerjanya, dan pengawasan secara berkelanjutan.

 

Bidang kegiatan pendidikan

Lanjut ke pembahasan selanjutnya yaitu tentang Bidang Kegiatan Pendidikan. Dari berbagai sumber bacaan yang sudah saya baca. saya memahami bahwa bidang-bidang kegiatan pendidikan di sekolah itu mencakup 5 poin utama yaitu:

1. Manajemen kurikulum merupakan subtansi manajemen yang utama di sekolah. saya memahami Prinsip dasar manajemen kurikulum ini adalah berusaha agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik sesuai rencana, dengan tolak ukur pencapaian tujuan oleh siswa yaitu mencerdasakan siswa tersebut dan dapat berguna bagi masyarakat sekitsr dan mendorong guru untuk menyusun dan terus menerus menyempurnakan dari strategi pembelajarannya di kelas.

2. Manajemen Kesiswaan saya memahami ada 4 prinsip dasar yaitu a) dalam pembelajaran siswa harus diperlakukan sebagai subyek dan bukan obyek, sehingga harus didorong untuk berperan serta dalam setiap perencanaan dan pengambilan keputusan yang terkait dengan kegiatan mereka; (b) kondisi siswa itu sangat beragam, ditinjau dari kondisi fisik, kemampuan intelektual, sosial ekonomi, minat dan seterusnya. Oleh karena itu diperlukan beberapa kegiatan yang beragam contohnya ekstrakurikulee, sehingga setiap siswa memiliki wahana untuk berkembang secara optimal sesuai dengan yang diminatinya (c) siswa itu hanya termotivasi belajar jika mereka menyenangi apa yang diajarkan dan (d) pengembangan potensi siswa tidak hanya menyangkut ranah kognitif, tetapi juga ranah afektif, dan psikomotor.

3. manajemen personalia juga memiliki 4 prinsip dasar yaitu: (a) dalam mengembangkan sekolah, sumber daya manusia adalah komponen paling berharga maksudnya adalah memanfaatkan apa saja yang ada; (b) sumber daya manusia akan berperan secara optimal jika dikelola dengan baik, sehingga mendukung tujuan institusional; (c) kultur/budaya dan suasana  di sekolah, serta perilaku manajemen sekolah sangat berpengaruh terhadap pencapaian tujuan pengembangan sekolah; dan (d) manajemen personalia di sekolah pada prinsipnya mengupayakan agar setiap warga sekolah itu dapat bekerja sama dan saling mendukung untuk mencapai tujuan sekolah.

4. Manajemen Keuangan pada intinya manajemen keungan ini adalah pencapaian efisiensi dan efektifitas. selain mengutamakan ketersedian dana dalam memadai setiap kegiatan sekolah perlu juga dilakukan pemantauan dari pengeluaran dana tersebut entah itu dari pemerintah, masyarakat ataupun lainnya. Hal ini bertujuan agar setiap dana yang masuk dan juga keluar dapat di manajemen atau dikelola dengan baik sehingga tidak ada dana yang keluar secara percuma atau sia-sia.

5. Manajemen Perawatan Preventif sarana dan prasarana sekolah. Pada intinya melakukan perawatan secara periode tertentu dari fasilitas sekolah seperti bangunan, gedung, dan peralatan sekolah lainnya. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja, memperpanjang usia pakai, menurunkan biaya perbaikan karena sudah diketahui permasalahannya sejak awal dan menetapkan biaya perawatan sarana dan prasarana di sekolah dan yang paling penting menumbuhkan kesadaran antar sesama warga sekolah tentang betapa pentingnya merawat sarana dan prasarana sekolah. dalam pelaksanaannya dilakukan : pengarahan kepada tim pelaksana, mengupayakan pemantauan bulanan ke lokasi tempat sarana dan prasarana, menyebarluaskan informasi tentang program perawatan preventif untuk seluruh warga sekolah, dan membuat program lomba perawatan terhadap sarana dan fasilitas sekolah untuk memotivasi warga sekolah.

 

Baiklah itulah sedikit pembahasan singkat tentang manajemen sekokah yang dapat saya pahami dari berbagai sumber bacaan yang telah saya baca. Masih banyak pembahasan lain mengenai manajemen pembahasan yang belum saya bahas karena keterbatasan ilmu dan pemahaman saya pribadi. saya harap apa yang saya tulis di blog ini dapat memberikan wawasan dan pengetahuan baru mengenai manajemen sekolah kepada teman teman pembaca sekalian. Mohon maaf jika ada salah-salah kata dalam tulisan kali ini. Terima kasih telah meluangkan waktunya untuk membac tulisan ini saya akhiri dengan,

 

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarokatuh


Referensi

Sudrajat, Akhmad. MANAJEMEN SEKOLAH: Pengertian, Fungsi dan Bidang Manajemen (http://blog.umy.ac.id/syrama/files/2012/11/manajemen-sekolah.pdf)

https://www.gurupendidikan.co.id/manajemen-pendidikan/

Sabtu, 10 April 2021

Laporan Bacaan (Magang 1) Kultur Sekolah

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh

Saya Firmansyah NIM 11901272 Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Jurusan Pendidikan Agama Islam DI IAIN Pontianak. Tulisan ini merupakan tugas laporan bacaan dari Mata Kuliah Magang 1 Kelas PAI 4E.

Sepekan ini saya sedikit menghabiskan waktu saya untuk membaca beberapa artikel dan juga jurnal mengenai kultur Sekolah. Dan dari hasil bacaan tersebut ada beberapa hal yang saya pahami mengenai tentang kultur sekolah. Dan dalam tulisan ini saya akan menyampaikan Laporan Bacaan Mengenai Kultur Sekolah. Saya tidak akan menjelaskan secara rinci apa itu Kultur Sekolah disini saya akan sedikit menghubungkan atau mengaitkan dengan sekolah sekolah di sekitar saya dan sedikit memberi contoh tentang kultur sekolah di sekolah yang pernah saya tempati.

Sebelum itu kita harus tau apa itu Kultur sekolah. Dari beberapa artikel dan jurnal yang saya baca Mengenai Kultur Sekolah, Kultur merupakan kebudayaan, Menurut Antropologi yang dikutip dari (Koentjaraningrat, 2003: 72) kebudayaan adalah seluruh sistem gagasan dan rasa, tindakan, serta karya yang dihasilkan manusia dalam kehidupan bermasyarakat, yang dijadikan miliknya dengan belajar. Jadi kebudayaan sebagai keseluruhan pengetahuan manusia sebagai mahluk sosial yang digunakannya untuk memahami dan menginterpresentasikan lingkungan dan pengalamannya, serta menjadi landasan bagi tingkah lakunya. Begitu juga dengan Kebudayaan atau Kultur sekolah. Setiap Sekolah mememiliki Kultur Sekolah yang berbeda-beda antara satu sekolah dengan sekolah lainnya dan juga memiliki pengalaman yang berbeda dalam membentuk atau membangun sekolahnya dengan caranya masing-masing. Perbedaan kultur sekolah inilah yang menurut saya adanya anggapan dari “Sekolah Favorit” atau “Sekolah Unggulan” karena perbedaan kebudayaan sekolah mereka sehingga menjadi Keunikan atau ciri khas tersendiri dari masing masing sekolah mengenai Kultur Sekolah atau kebudayaan sekolah mereka.

 Kultur Sekolah sangat berperan penting dalam Kemajuan terutama Dinamika Sekolah. Budaya sekolah menyebabkan perbedaan respon sekolah terhadap perubahan kebijakan pendidikan. Dikarenakan ada perbedaan karakteristik yang melekat pada satuan pendidikan, selain itu budaya sekolah juga mempengaruhi kecepatan sekolah dalam merespon perubahan tergantung kemampuan sekolah dalam merancang pelayanan sekolah (Siti Irene Astuti D, 2009:74).

Jadi dapat dipahami bahwa kultur sekolah mempengaruhi dalam kultur dinamika sekolah yang tetap menekankan pentingnya kesatuan, stabilitas,  dan harmonisasi sosial pada sekolah dan realitas sosial, maksudnya adalah kebudayaan sekolah harus tetap mementingkan Sekolah menjadi satu kesatuan yang tetap mempertahankan semua hal positif di sekolah yang telah menjadi budaya di sekolahnya masing-masing dan tentu saja mempertahankan warga sekolah selalu menjadi harmonisasi atau keakraban atau ikatan sesama di lingkungan sekolah yang membuat seluruh orang di lingkungan sekolah nyaman sehingga dapat diterapkan di kehidupan masyarakat secara nyata.

Kultur Sekolah sangat berperan penting dalam upaya untuk meningkatkan mutu Sekolah, biasanya pihak sekolah akan selalu di tuntut untuk selalu melakukan perbaikan secara terus-menerus. Hal ini bertujuan untuk mengembangkan kualitas sekolah lebih baik dari sebelumnya salah satu fungsi dari kultur sekolah di beberapa sumber yang saya baca adalah kultur sekolah itu sebagai alat untuk membangun identitas (jati diri) hal ini dapat kita lihat dari berapa peranan pihak sekolah dalam meningkatkan kultur sekolah sebagai upaya untuk membangun identitas (jati diri) dari siswa tresebut sehingga selama sekolah di tempat itu siswa tersebut dapat memahami dirinya sendiri dan meningkatkan potensi yang ada di dalam dirinya. Karena kultur budaya dapat mempengaruhi karakteristik siswa, Oleh sebab itu biasanya setiap sekolah selalu mencari cara terbaik agar kultur sekolahnya dapat berkembang dengan baik sehingga dapat memberi dampak positif terhadap siswa yang ada di lingkungan sekolah tersebut.

Untuk Membangun Kultur sekolah yang baik tentu saja tidak dapat dilakukan sendiri, maka harus dilakukan kerjasama baik itu dari pihak sekolah, orang tua siswa, bahkan dari siswanya itu sendiri. Kultur sekolah yang baik akan menghasilkan suatu tujuan yang ingin dicapai bersama, yaitu dengan membuat seluruh orang di lingkungan sekolah dapat mengembangkan sistem dan pola pikir yang lebih baik lagi. Hal tersebut akan berjalan dengan sesuai harapan jika pihak sekolah selalu mendukung dengan mengevaluasi diri sebagai acuan untuk membangun kultur yang tepat sesuai realitas.

Hal ini dapat saya beri contoh di sekolah di Kabupaten Sambas di kecamatan Selakau. Baik SD,SMP atau SMA pihak guru selalu memberikan arahan kepada orang tua siswa untuk bisa bekerja sama dalam upaya agar karakteristik siswa dapat selalu mengarah kearah positif sehingga kultur sekolah dan karakteristik anak di masyarakat tersebut dapat berjalan dengan baik dan hasil yang sangat positif. Pihak sekolah Di kecamatan Selakau ini tidak henti hentinya selalu Mengevaluasi beberapa hal terkait cara-cara agar kultur sekolah ini dapat mengarah ke arah yang positif.

Dalam kultur sekolah tentu saja memiliki cara-cara tertentu untuk membangunnya agar lebih baik salah satunya adalah dengan menetapkak visi dan misi. Menurut Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 19 tahun  2007 tentang standar  Pengelolaan Pendidikan oleh Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, visi  adalah  cita-cita bersama warga sekolah dan segenap pihak yang berkepentingan pada masa yang akan datang yang mampu memberikan inspirasi, motivasi dan kekuatan pada warga sekolah dan segenap pihak yang berkepentingan untuk mencapainya. Misi sekolah adalah segala sesuatu yang harus dilakukan untuk mewujudkan visi. Tujuan sekolah menggambarkan tingkat kualitas yang ingin dicapai dalam jangka waktu menengah. Strategi adalah cara-cara yang dilakukan sekolah untuk mencapai tujuan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

Visi dan misi perlu dijadikan acuan oleh segenap warga sekolah agar menjadi dorongan untuk melakukan setiap kegiatan dalam rangka mencapai tujuan sekolah. Saya coba melihat Visi dan Misi di Salah satu sekolah di Kecamatan Selakau SMA Negeri 1 Selakau yang dimana saya adalah salah satu alumni disana. SMA Negeri 1 Selakau memiliki Visi dan Misi yang bagus untuk mengembangkan Kultur Sekolah dan saya sendiri sudah merasakan dampak dari VISI dan MISI tersebut. Mungkin saja sekarang ada banyak perubahan dengan visi dan misi nya, akan tetapi setelah saya lakukan searching di website utama SMA Negeri 1 Selakau Visi dan Misi dari SMA Negeri 1 Selakau kurang lebih masih sama. Visi dan Misi dari Sekolah SMA Negeri 1 Selakau adalah:

-Visi: Beriman dan Bertaqwa, Berprestasi, Berkarakter

-Misi:

1. Membina mental Sprititual warga sekolah dalam rangka menuju insan yang berakhlakul karimah.

2. Menyelenggarakan pembinaan dan bimbingan kegiatan kurikuler dan ekstra kurikuler secara optimal menuju insan yang berprestasi.

3. Mengembangkan nilai-nilai Pendidikan karakter bagi semua warga sekolah.

Dapat kita lihat Visi dan Misi di SMA negeri 1 Selakau tersebut isinya sangat sangat positif bagi kultur sekolah. Teman teman pembaca pasti bertanya bagaimana cara pelaksanaannya? apakah berhasil? Saya jawab menurut pendapat saya pribadi 80% berhasil karena bagi saya secara pribadi tidak ada sekolah yang sempurna pasti selalu ada kekurangan walaupun sedikit. Di SMA Negeri 1 selakai pihak sekolah dan pihak orangtua siswa telah bekerja sama dalam membangun karakter anak Agar sesuai dengan harapan dari tujuan Sekolah. Siswa dibentuk menjadi anak yang Beriman dan bertaqwa artinya ingat kepada tuhannya dan selalu menjalankan kewajibannya. Anak juga diarahkan agar dapat berprestasi, pihak sekolah telah menyediakan banyak fasilitas dalam belajar seperti kegiatan ekskul, fasilitas lab, perpustakaan dan sebagainya hal itu dibutuhkan agar siswa dapat berprestasi dan dapat belajar diluar jam sekolah. Siswa juga diarahkan agar dapat berkarakter, hal ini yang paling penting dan akan dipakai dikehidupan sehari hari, para siswa harus memiliki sifat yang baik, pihak guru dan orangtua siswa akan mengajarkan adab dan sopan santun serta mengajari siswa bersifat jujur, bertanggung jawab sehingga menjadi siswa yang Berkarakter.

Dapat kita lihat dari VISI dan MISI di SMA Negeri 1 Selakau jika visi dan misi tersebut dapat terlaksana dengan baik tentu saja Kultur Sekolah atau kebudayaan sekolah akan berdampak positif. Ini akan menjadi ciri khas dari sekolah tersebut serta menimbulkan citra baik di masyarakat dan diharapkan juga Kultur Sekolah tersebut dapat terlaksana secara turun temurun maksudnya akan selalu berkembang menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Dalam Meningkatkan Kultur Sekolah atau kebudayaan sekolah bisa juga Dengan menanamkan Nilai-nilai Agama. sekolah merupakan sebuah lembaga pendidikan yang tidak hanya memberikan pengajaran danp pendidikan namun sangat penting untuk memberikan nilai moral dan keagamaan kepada segenap warganya.  Para guru yang sudah professional dan berkompeten melakukan tugasnya untuk mengajar, mendidik, membimbing, melatih, menggerakan bahkan mengarahkan para siswa agar kelak menjadi manusia yang cendikia, mandiri dan berbudi pekerti luhur. Sekolah Pasti Mengharapkan siswanya kelak akan menjadi generasi yang akan ikut serta membangun dan dan memimpin bangsa. Sekolah sebuah lembaga pendidikan seharusnya perlu membangun kultur sekolah yang baik, sehat, dan positif.

Dalam membangun kultur sekolah yang baik, sehat  dan positif perlu didasari oleh pengakuan bahwa manusia adalah mahluk Tuhan Yang Maha Esa sehingga segala apa yang dilakukan selalu diniatkan untuk beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama yang dianutnya. Keyakinan dan nilai-nilai agama akan memberikan arahan untuk bekerja dan melakukan perbuatan yang diridhoiNya. Hal ini akan memberikan dampak positif kepada warga sekolah agar segala perbuatannya dapat dipertanggungjawabkan tidak hanya kepada manusia semata tapi mendapatkan nilai lebih di mata Tuhan Yang Maha Esa.

Di sekolah SMA Negeri 1 Selakau Pihak Sekolah Melakukan beberapa cara dalam menamkan Nilai-nilai Agama, Dikarenakan Mayoritas Kebanyakan siswa adalah 99% Muslim maka nilai agama yang ditanamkan pasti tentang Agama Islam tanpa sedikitmu diskriminasi tanpa agama lain yang belajar di SMA Negeri 1 selakau. Siswa dengan Agama lain juga diberikan fasilitas untuk belajar Nilai-nilai agama secara privat, karena jumlahnya yang kurang dari 5 orang saja. DI SMA Negeri 1 Selakau Disana ada fasilitas yang sangat memadai dalam upaya menanamkan nilai nilai agama seperti Musholla, Al-qur’an dan yang paling penting disana memiliki Organsisasi ROHIS (Rohani Islam). Saya salah satu alumni Rohis Di SMA Negeri 1 Selakau. Rohis berperan sebagai organisasi yang mengajarkan nilai nilai agama dengan melakukan beberapa tausiah atau membuat kelompok belajar yang dimana pihak sekolah menjadikan Rohis sebagai Salah satu Ekskul wajib yang harus diikuti siswa kelas 10. Biasanya Rohis akan membentuk sebuah kelompok belajar dengan beberapa siswa kelas 10 dan 1 orang mentor dalam satu kelompok. Mentor disini adalah siswa kelas 11 atau 12. Mentor disini bertugas untuk memberikan materi seputar Agama kepada Siswa Siswa. Pihak Sekolah juga bekerja sama dengan Rohis agar membentuk susunan adzan dan kultum di waktu sholat dzuhur berjamaah, biasanya rohis akan membuat jadwal adzan dan kultum yang dimana disini peserta nya adalah siswa siswa di SMA negeri 1 selakau. Hal ini bertujuan selain menamkan Nilai agama sekaligus mengajarkan mereka sebagai seorang pemimpin di kemudian hari agar dapat membimbing dengan Ilmu Agama yang bagus. Di SMA Negeri 1 Selakau antusias siswa dengan adzan dan kultum juga baik, dan antusias menjalani sholat berjamaah di mesjid juga sangat bagus, Musholla selalu penuh dengan siswa baik pria atau wanita. Disini saya Berkesimpulan jika kita melakukan sesuatu sesuai dan dengan cara yang tepat maka Kultur Sekolah yang akan berkembang akan selalu positif dan akan berdampak baik bagi sekolah dan masyarakat.

Mungkin hanya itu yang dapat saya sampaikan dari hasil bacaan saya, mungkin banyak kekurangan dari hasil tulisan saya ini, akan tetapi saya berusaha untuk menulis sebisa saya agar apa yang saya pahami dapat tersalurkan dengan baik lewat tulisan ini.

Terima kasih saya akhiri dengan

Wassalamu'alaikumWarahmatullahi wabarokatuh.


Referensi bacaan 

1. http://www.sman1-selakau.sch.id/html/profil.php?id=profil&kode=11&profil=Visi%20dan%20Misi

2. http://www.sman1subang.sch.id/html/index.php?id=artikel&kode=28

3. https://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=j&url=https://eprints.uny.ac.id/7779/3/BAB%25202%2520-%252008110241018.pdf&ved=2ahUKEwjzj4u32vXvAhVa4XMBHUhMD1AQFnoECAsQAQ&usg=AOvVaw2qYdUOOojhVhxkMtW0Fx-D&cshid=1618127610116